
Disanksi Setahun, Rivan Tetap Diizinkan Main di Proliga dan Livoli
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Persatuan Bolavoli Indonesia (PBVSI) tetap mengizinkan Rivan Nurmulki untuk bisa bermain dalam kompetisi di Tanah Air, seperti Proliga dan Livoli Divisi Utama.
Sebelumnya, Rivan Nurmulki secara resmi dijatuhi sanksi tidak boleh berlaga dalam liga internasional selama satu tahun oleh PBVSI. Ini merupakan hasil sidang yang berlangsung di Kantor PP PBVSI, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 17 November 2023 lalu.
Ketua Komisi Disiplin PP. PBVSI Edy Sunarno menyatakan sanksi yang diberikan kepada Rivan yang bisa tetap bermain di dalam kegiatan di Tanah Air, karena yang bersangkutan pernah memberikan prestasi bagi Indonesia.
"Rivan itu pernah berprestasi bagi Indonesia. Itu pertimbangannya," kata Edy dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 23 November 2023.
Edy melanjutkan sanksi itu diberikan diharapkan agar tidak diulangi kembali dan juga tidak ditiru atlet-atlet lainnya.Dengan sanksi tersebut, sambungnya, diharapkan agar bisa membangkitkan kembali prestasi Rivan di kancah internasional.
"Rivan itu masih berusia 28 tahun saat ini. Diharapkan lima tahun lagi masih bisa menelorkan prestasi," ujar Edy.
Keputusan sanksi bagi Rivan sudah melalui beberapa pertimbangan, kata Edy, dalam anggota Komisi Disiplin yang diketuainya itu, terdapat orang organisasi dan juga mantan pemain timnas, Zulfarshah. Rivan sendiri, menurut Edy, sudah menerima keputusan itu.
"Waktu sidang komisi disiplin itu, Rivan kita hadirkan. Dan dia menerima," ucap Edy.
Di lain kesempatan, Dalam pernyataannya pula, Rivan yang berperan untuk meraih medali emas SEA Games 2023 Kamboja lalu itu menerima sanksi yang diberikan kepadanya.
"Saya terima sanksi yang ada, saya jalani, larangan bermain satu tahun liga internasional. Jadi tidak boleh main keluar selama satu tahun, is oke, satu tahun sebentar kok," kata Rivan yang dikutip tvrinews.com dari kanal YouTube pribadinya, Rivan Nurmulki, Kamis, 23 November 2023.
Sebagaimana diketahui, terjadi permasalahan antara PBVSI dengan Rivan akhir-akhir ini. Hal itu bermula dari penolakkan pemain yang berposisi opposite spike ini untuk membela Tim Bolavoli Putra Indonesia Indonesia di Kejuaraan Asia Voli 2023 di Iran pada pertengahan Agustus lalu.
Kala itu, Rivan beralasan terpaksa absen karena harus menjalani sidang kode etik di kepolisian yang wajib dihadirinya. Selain itu, dia ingin menemani istrinya yang sudah hamil tua untuk melahirkan.
Namun ternyata, pemain berusia 28 tahun itu malah bermain di Piala Kapolri 2023 bersama Tim Kalimantan Timur.
Hal inilah yang dipermasalahkan oleh PBVSI karena Rivan dianggap melanggar aturan AD/ART PBVSI pasal 39 bahwa pemain Tim Bolavoli Putra Indonesia tidak boleh bermain di turnamen tersebut karena dalam masa persiapan tampil di Asian Games 2022 Hangzhou.
Dampaknya, Rivan tak masuk dalam daftar nama 12 pemain Timnas Indonesia yang dibawa ke Asian Games 2023. Netizen pun beranggapan pemain Surabaya BIN Samator itu tak dipanggil karena sempat memberikan kritik kepada PBVSI.
Editor: Redaktur TVRINews
