
Ilustrasi pertandingan Piala Dunia 1930
Penulis: Riki Ilham Rafles
TVRINews - Jakarta
Piala Dunia edisi pertama yang digelar di Urugai ini menjadi tonggak sejarah bagi FIFA dalam upaya mengembangkan sepak bola.
Piala Dunia 1930 menjadi tonggak sejarah dalam dunia sepak bola. FIFA yang didirikan 26 tahun sebelumnya menganggap pertemuan antarnegara dalam sebuah kejuaraan dapat membantu mempromosikan olahraga ini.
Uruguai dipercaya menjadi tuan rumah oleh FIFA karena di Olimpiade 1924 dan 1928 keluar sebagai juara. Momen lainnya yang mendukung adalah bertepatan dengan perayaan 100 tahun kemerdekaan Urugai.
Dalam proyeksi awalnya, FIFA ingin Piala Dunia 1930 diikuti sebanyak 16 tim dengan format babak gugur. Jika nantinya peminatnya lebih dari itu, turnamen akan dibagi dalam dua divisi.
Sayangnya, upaya FIFA untuk mengumpulkan negara-negara dari seluruh dunia tak bisa maksimal. Cuma ada 13 tim yang jadi peserta di edisi perdana Piala Dunia, dan mayoritas berasal dari Amerika Selatan, yakni Argentina, Bolivia, Brasil, Cili, Paraguai, dan Peru.
Meksiko dan Amerika Serikat turut ambil bagian di Piala Dunia 1930 sebagai wakil Amerika Utara. Lalu ada Belgia, Prancis, Rumania, dan Yugoslavia yang mewakili benua Eropa.
Minimnya negara Eropa yang ikut serta tak lepas dari perjalanan ke Uruguai. Meski tuan rumah membiayai perjalanan, tapi lamanya waktu tempuh menggunakan kapal laut jadi kendala. Faktor ini pula yang membuat Jepang dan Siam (Tailan) sebagai wakil Asia menolak undangan.
Gagal Ikut karena Ketinggalan Kapal
Mesir bisa masuk catatan sejarah Piala Dunia andai tidak ketinggalan kapal menuju Urugai. Mereka sudah mendaftarkan tim sebagai peserta dan mempersiapkan para pemain.
Mengutip Sportstoriez, perjalanan skuad Mesir harus ditunda karena adanya badai di laut Mediterania. Akan tetapi, ketika kapal laut akan melanjutkan perjalanan, mereka justru ketinggalan.
Ketiadaan Mesir dalam kompetisi ini membuat FIFA memutuskan untuk melanjutkan Piala Dunia 1930 dengan 13 tim. Format babak gugur yang tadinya ingin diterapkan sejak awal, harus berganti ke fase grup.
13 tim dibagi ke dalam empat grup. Satu grup diisi empat tim, dan sisanya berisikan masing-masing tiga tim. Yang mengakhiri fase grup sebagai pemimpin klasemen melaju ke semifinal untuk melanjutkan perjuangan merebut gelar juara.
Campur Tangan Raja
Dua bulan sebelum Piala Dunia 1930 dilangsungkan, belum ada wakil Eropa yang mendaftarkan diri sebagai peserta. Situasi ini membuat Presiden FIFA, Jules Rimet turun tangan untuk melakukan lobi.
Ada fakta menarik di balik keikutsertaan Rumania di Piala Dunia ini. Raja Carol II yang baru saja dilantik turut campur tangan dalam pembentukan tim.
Tak sekadar memilih skuad secara langsung. Raja Carol II juga melakukan negosiasi dengan para bos, tempat para pemain bekerja agar begitu pulang dari Piala Dunia 1930, mereka bisa mendapatkan kembali tempatnya.
Perjalanan Rumania di Piala Dunia 1930 cuma sampai fase grup. Mereka menang 3-1 atas Peru, namun kemudian kalah empat gol tanpa balas dari Uruguai di pertandingan kedua Grup 3.
Editor: Riki Ilham Rafles
