
Taufik Hidayat Ungkap Alasan Tak Terima Herry IP dalam Susunan Pelatih Pelatnas PBSI Terbaru
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia (PP PBSI) memutuskan untuk tidak menerima Herry Imam Pierngadi (Herry IP) dalam susunan pelatih pelatnas dari rekrutmen terbuka.
Mengingat, pelatih bulutangkis yang santer dijuluki Naga Api ini sudah tergabung dalam Pelatnas PBSI selama dua periode, yakni pada tahun 1993 hingga 2008, dilanjutkan 2011 sampai 2024.
Dalam kesempatannya, Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat memberikan penjelasan terkait keputusan tidak dipanggilnya Herry IP dalam Pelatnas PBSI tahun 2025 mendatang.
"Dalam arti kita penyegaran. Semua sama (pelatih lama yang tidak diterima di Pelatnas). Maka itu ada, ini pasti ada pro-kontra. Kita ingin yang lebih baik lagi nanti untuk ke depannya," kata Taufik kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta. Jumat, 20 Desember 2024.
Kemudian, peraih medali emas Olimpiade 2004 Athena ini menuturkan penyegaran ini dilakukan untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda. Ia meminta kepada Badminton Lovers untuk mendukung perubahan komposisi dari kepelatihan Pelatnas PBSI.
Tak hanya Herry IP, nama-nama lama lainnya, seperti Irwansyah, Aryono Miranat, Harry Hartono, Thomas Indrajaya dan masih banyak lagi. Mayoritas, nama baru bakal mengisi wajah Pelatnas PBSI.
"Misalkan saya ngga ganti semua pelatihnya akan sama prestasi kayak kemarin? Pasti kan kita ingin sesuatu yang berbeda untuk kedepannya biar lebih bagus, saya juga ngga menjamin nanti (Olimpiade) 2028 kita (prestasinya) bagus," ujar Taufik.
Bagi yang belum mengetahui, Herry IP bukan sosok yang asing di dunia tepok bulu itu. Pria berusia 62 tahun ini sudah tergabung dalam Pelatnas PBSI sejak tahun 1993.
Rentetan prestasi Tim Bulutangkis Indonesia sudah ia persembahkan, terutama dari sektor ganda putra. Berkat tangan dinginnya, ia mampu meracik satu pasangan menjadi peraih medali emas Olimpiade, yakni Chandra Wijaya/Tony Gunawan (Sydney 2000).
Tak hanya itu, ia juga membuat terobosan dengan membentuk sejumlah pasangan yang ditakuti di dunia. Sebut saja, Chandra Wijaya/Sigit Budiarto, Flandy Limpele/Eng Hian, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo hingga Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Pengabdian terakhir Herry IP untuk bulutangkis Indonesia adalah memimpin sektor ganda campuran yang kala itu prestasinya sedang menurun. Ia mampu mengantarkan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari lolos ke Olimpiade 2024 Paris.
Editor: Redaktur TVRINews
