
PBSI Jawab Pengakuan Viktor Axelsen Terkait Hadiah Uang Indonesia Open 2023 (Dok. PBSI)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Tunggal putra nomor satu dunia Viktor Axelsen mengaku belum menerima hadiah uang hasil dari kesuksesannya menjuarai Indonesia Open 2023 lalu.
Pebulutangkis asal Denmark tersebut berhak menerima hadiah sebesar USD87.500 atau sekitar Rp1,3 miliar.
Menjawab pengakuan tersebut, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui Kabid Humas dan Media Broto Happy menyatakan bahwa distribusi pembagian prize money (uang) kepada juara sebuah turnamen adalah tugas Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).
Baca juga: Bawaslu RI Sampaikan 3 Aspek Potensi Permasalahan Pada Pemilu Serentak Tahun 2024
"Panitia penyelenggara Indonesia Open 2023 melalui PP PBSI sudah menunaikan semua kewajiban dan tanggung jawab kepada BWF pada 5 Juli 2023 atau lima hari lebih cepat sebelum batas waktu yang ditentukan dan BWF juga sudah mengonfirmasi telah menerimanya," kata Broto yang dilansir dari akun sosial media resmi PBSI @INABadminton oleh tvrinews.com, Kamis, 13 Juli 2023.
Dengan pernyataan tersebut, Broto berharap agar polemik tertundanya hadiah uang yang diterima Axelsen tidak bergulir sebagaimana yang tidak diharapkan. Pasalnya, PBSI sudah menyelesaikan semua kewajibannya sebagai penyelenggara kepada BWF.
"Jadi, kami berharap PP PBSI tidak lagi dilibatkan dalam polemik yang terjadi dan semoga isu ini tidak menjadi bola liar," ujar Broto.
Sebelumnya, Axelsen mengaku belum menerima hadiah uang ketika menjuarai Indonesia Open 2023 silam. Diketahui pada partai puncak, ia berhasil mengalahkan wakil tuan rumah Anthony Sinisuka Ginting.
“Ironisnya kita masih belum menerima hadiah uang dari Indonesia yang seharusnya sudah ada di rekening pemain. Oh ironisnya! Saya akan memberi tahu Anda bagaimana kelanjutannya. Hadiah uang sekali lagi tertunda,” tutur Axelsen melalui akun sosial media pribadinya @ViktorAxelsen.
Selain itu, dirinya juga menyatakan bahwa BWF ingin mendenda dirinya sebesar USD5 ribu atau kisaran Rp75 juta, karena tidak datang ke Singapore Open. Meningat, top 10 BWF diwajibkan untuk ikut semua tur Super 1000 jelang Olimpiade 2024 Paris.
“Sebagai permulaan, dengan tiket penerbangan, hotel, dan penerbangan kembali, kami mendekati 5 ribu dolar. Dikombinasikan dengan tidak dapat melakukan rehabilitasi dan pelatihan yang tepat untuk bersiap-siap untuk acara level 1000 mereka," ucap Axelsen.
Baca juga: DPR Bakal Panggil Nadiem Makarim Terkait Sistem Zonasi PPDB
Editor: Redaktur TVRINews
