TVRINews – Stadion Gtech Community, Landon Barat
The Blues kembali gagal menang usai dipermalukan Brentford di kandang.
Ambisi Chelsea untuk kembali menjadi penantang gelar juara Liga Inggris musim ini kembali menemui jalan terjal. Skuad asuhan manajer papan atas tersebut harus pulang dengan kepala tertunduk setelah takluk 0-3 dari Brentford di Stadion Gtech Community, dalam pertandingan lanjutan kompetisi domestik.
Kekalahan ini memperpanjang catatan negatif The Blues yang kini gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir. Lini pertahanan Chelsea terlihat rapuh setelah kebobolan 12 gol dari lima pertandingan pembuka musim ini, sebuah indikasi bahwa proses rekonstruksi tim masih menyisakan banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Di sisi lain, Brentford tampil disiplin dan menunjukkan organisasi permainan yang sangat rapi di bawah arahan staf pelatih. Kemenangan gemilang ini sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak tahun 1938 bagi Brentford untuk bisa menaklukkan Chelsea di kandang sendiri, sekaligus membawa mereka merangsek naik ke posisi ketiga klasemen sementara.
Pertandingan sendiri berjalan ketat pada babak pertama, di mana tim tamu sempat menebar ancaman melalui peluang Pedro Neto yang berhasil dimentahkan oleh kiper lawan.
Namun, kebuntuan akhirnya pecah pada babak kedua ketika Brentford memanfaatkan situasi bola mati melalui sundulan Jaidon Anthony yang memanfaatkan kemelut di muka gawang.
(Jaidon Anthony (kiri) dan Igor Thiago – dua pencetak gol Brentford – setelah gol pembuka melawan Chelsea. [Foto: David Klein/Reuters]
Tertinggal satu gol, Chelsea mencoba keluar menyerang untuk menyamakan kedudukan. Akan tetapi, kerapuhan struktur lini belakang kembali menjadi bumerang. Brentford sukses memperbesar keunggulan menjelang akhir laga melalui gol Igor Thiago, sebelum akhirnya Fábio Carvalho menutup pesta kemenangan tuan rumah menjadi 3-0 pada masa tambahan waktu.
Pelatih Chelsea tidak menampik bahwa konsistensi timnya masih menjadi masalah utama yang harus segera dibenahi dalam waktu dekat.
"Kami telah kehilangan konsistensi dan mentalitas kompetitif di babak kedua. Ketika Anda kehilangan bentuk permainan, situasi menjadi di luar kendali," ungkap perwakilan tim tamu dalam sesi konferensi pers usai laga dikutip leh The Guardian Sport.
Hasil minor ini membuat Chelsea tetap berada dalam fase transisi yang panjang sejak pergantian kepemilikan klub. Sementara itu, Brentford kini mulai menatap peluang bersaing di zona kompetisi Eropa musim depan dengan rasa percaya diri yang tinggi.










