
Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan kabar pemecatan sejumlah staf teknis Timnas Indonesia seperti Alexander Zwiers, Jordi Cruyff, dan Simon Tahamata adalah tidak benar.
Mengingat, Zwiers menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI, Cruyff menjadi Penasehat Teknis PSSI, dan Om Simon merupakan Kepala Pemandu Bakat PSSI.
Mereka tak jadi bagian jajaran pelatih yang dipecat oleh PSSI beberapa waktu lalu. Ketiganya berada di bawah struktur federasi masih bekerja sesuai rencana pengembangan sepak bola nasional.
“Hoaks atau benar? Lah ini Zwiers di sini. Ngga ada (yang dipecat). Jordi Cruyff masih sama kami. Om Simon juga masih di sini,” kata Erick kepada wartawan termasuk tvrinews.com di SUGBK, Jumat, 24 Oktober 2025.
Menurut Erick, struktur kepelatihan di PSSI memang tengah dalam proses penyesuaian setelah berakhirnya masa kerja pelatih kepala sebelumnya.
Namun, ia menegaskan tidak ada perombakan mendadak terhadap jajaran staf pendukung.
“Memang strata kepelatihan U-20 dan U-23 itu bagian dari perencanaan. Tadinya mereka bersama dan bersepakat. Nah sekarang tantangan kami adalah dengan pelatih baru, apakah mau alignment dengan U-17, U-20, dan U-23? Karena pelatih kan punya ego masing-masing,” ujar Erick,.
Erick juga memberi kepercayaan besar kepada Direktur Teknik (Technical Director) Alexander Zwiers, yang dinilainya berperan penting dalam pembangunan sistem pembinaan jangka panjang PSSI.
“Alex ini di Yordania enam tahun. Akhirnya bisa bawa Yordania lolos Piala Dunia. Jadi pembangunan itu cukup lama. Kita baru punya Direktur Teknik yang benar-benar profesional saja baru Alex. Bahkan saya kasih power ke Alex di komite,” ucap Erick.
baca juga: Erick Thohir Isyaratkan Nova Arianto Naik Tangani Timnas U-20
Sementara itu, Zwiers menjelaskan proses pemilihan pelatih baru dilakukan secara profesional dan tidak didasarkan pada kebangsaan, melainkan pada profil dan visi yang sesuai dengan arah pembangunan sepak bola Indonesia.
“Profiling kami independen dari nasionalitas. Titik awalnya adalah mencari profil yang tepat untuk Indonesia, sesuai visi 2030. Kami ingin lolos ke Piala Dunia 2030, jadi semua harus sejalan dengan itu,” tutur Zwiers.
Zwiers menambahkan kriteria utama pelatih yang dicari meliputi kepemimpinan strategis, kemampuan membangun koneksi dengan komunitas sepak bola, serta visi jangka pendek untuk menghadapi kompetisi seperti Piala Asia.
“Kami ingin pelatih yang bisa mengenali kualitas pemain Indonesia, mengeluarkan potensi terbaik mereka, dan tetap terhubung dengan identitas serta semangat sepak bola Indonesia,” tutur Zwiers.
Editor: Redaktur TVRINews
