TVRINews, Jakarta
Pelatih Persija Women Ricky Nelson membidik kemenangan perdana saat timnya menghadapi Persita Tangerang Women pada pekan keempat Indonesia Women's League (IWL) 2026/27 di Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu, 7 November 2026.
Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk bangkit. Persija sebelumnya takluk 0-1 dari Dewa United FC Women, sedangkan Persita menelan kekalahan 0-3 dari FC Bekasi City Women.
Ricky mengakui persaingan IWL musim ini cukup ketat. Ia meminta para pemain Persija mengeluarkan kemampuan terbaik agar bisa mengamankan tiga poin.
"Yang pasti kita mempersiapkan game keempat kita yang ternyata memang tidak mudah juga untuk kompetisi ini, cukup ketat," ujar Ricky kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers jelang pertandingan secara daring, Jumat, 6 November 2026.
"Sehingga para pemain kami tekankan untuk bagaimana mampu melakukan semua yang mereka bisa lakukan secara kompetitif. Harapannya dari seluruh kemampuan yang ada mereka bisa keluarkan dan kita bisa meraih tiga poin pada besok hari," kata Ricky menambahkan.
Pelatih yang baru menangani Persija Women selama dua pekan tersebut mengatakan fokus utamanya saat ini adalah meningkatkan kualitas permainan dan memantapkan skema yang akan diterapkan tim.
Menurut Ricky, para pemain memiliki potensi yang masih bisa dikembangkan. Namun, penerapan karakter permainan yang diinginkannya membutuhkan proses dan pembenahan secara bertahap.
"Kalau dari saya pribadi memang fokus meningkatkan level bermain dari para pemain, karena menurut saya anak-anak ini sebenarnya mempunyai kemampuan yang bisa di-push lagi," ucap Ricky.
Ia menambahkan sejumlah aspek permainan yang telah disiapkan perlu terus diperbaiki agar Persija memiliki fondasi yang lebih kuat untuk meraih kemenangan.
Ricky juga menyoroti efektivitas lini serang yang belum optimal dalam tiga pertandingan awal. Persija sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang, tetapi belum berhasil mengubahnya menjadi gol.
"Kendala ini tidak hanya di game lawan Dewa United, tapi di game lawan FC Bekasi City dan juga lawan Persikad. Banyak peluang diciptakan, tetapi belum bisa (menjadi gol). Seminggu ini kita sudah perbaiki, banyak latihan-latihan untuk final third dan juga keseimbangan tim. Jadi mudah-mudahan masalah itu bisa terpecahkan," tutur Ricky menambahkan.
Selain membenahi penyelesaian akhir, Ricky secara bertahap ingin meningkatkan pemahaman pemain terhadap game model atau pola permainan yang diterapkannya.
Ia menyebut penerapan skema Persija saat menghadapi Dewa United baru mencapai sekitar 30-40 persen. Untuk pertandingan melawan Persita, Ricky berharap timnya bisa meningkatkan penerapan tersebut hingga 60 persen.
"Kalau persentase lawan Dewa sudah mulai 30–40 persen, belum banyak. Jadi mudah-mudahan lawan Persita kita bisa menembus 60 persen lah, harapannya para pemain bisa melakukan," ujar Ricky.
Ricky tidak mematok perubahan secara instan. Pelatih yang sebelumnya menjadi asisten Persija pada Super League 2024/25 dan 2025/26 itu menargetkan permainan tim semakin stabil pada putaran kedua.
Dengan fondasi permainan yang lebih matang, ia berharap Persija Women bisa bersaing memperebutkan posisi dua atau tiga besar pada putaran ketiga.
"Targetnya di putaran kedua tim sudah bisa lebih stabil, sehingga di putaran ketiga nanti kita bisa fight sampai di posisi dua atau tiga besar," kata Ricky.










