
Suporter Senegal di Piala Afrika 2026. Para suporter di seluruh dunia yang akan hadir di Piala Dunia 2026 dianjurkan untuk vaksin (Foto: Aliou Mbaye/Xinhua).
Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat
Sepanjang 2025, Benua Amerika mencatat lebih dari 14.000 kasus campak terkonfirmasi.
Antusiasme penggemar sepak bola dunia menjelang Piala Dunia 2026 terus meningkat. Turnamen sepak bola terbesar sejagat ini akan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan sejumlah kota tuan rumah seperti Atlanta, Houston, Los Angeles, Vancouver, dan Guadalajara.
Namun di balik euforia tersebut, otoritas kesehatan internasional mengimbau para calon penonton untuk tidak mengabaikan aspek kesehatan, khususnya terkait status vaksinasi sebelum melakukan perjalanan.
Maklum, Piala Dunia kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah karena akan diikuti 48 tim. Ini tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi suporter negara-negara peserta maupun pencinta sepak bola seluruh dunia.
Hingga kini sebenarnya tidak ada vaksin tertentu yang diwajibkan secara khusus untuk memasuki negara-negara tuan rumah Piala Dunia 2026. Meski demikian, lonjakan kasus penyakit menular di kawasan Benua Amerika dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Media kesehatan di Amerika Serikat mengabarkan sepanjang 2025, Benua Amerika mencatat lebih dari 14.000 kasus campak terkonfirmasi. Meksiko melaporkan 6.428 kasus dengan 24 kematian, Kanada 5.436 kasus dan dua kematian, sementara Amerika Serikat melaporkan 2.242 kasus dengan tiga kematian.
Situasi ini diperparah oleh munculnya wabah lokal di sejumlah wilayah tuan rumah. Negara bagian Jalisco di Meksiko, yang menjadi lokasi stadion di Guadalajara, telah memberlakukan kewajiban penggunaan masker di sekolah serta mengeluarkan peringatan kesehatan akibat wabah campak pada 2026.
Sementara itu, Los Angeles County di Amerika Serikat mengonfirmasi tujuh kasus demam berdarah dengue yang ditularkan secara lokal hingga akhir 2025, setelah sebelumnya wilayah San Gabriel Valley mencatat 11 kasus serupa pada 2024.
Menanggapi kondisi tersebut, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) bersama Pan American Health Organization (PAHO) mengeluarkan rekomendasi vaksin bagi para pelancong dan penonton acara olahraga berskala besar.
Rekomendasi ini mengacu pada panduan kesehatan perjalanan standar yang disesuaikan dengan karakteristik negara tuan rumah serta tingginya mobilitas lintas negara selama Piala Dunia.
CDC juga menekankan bahwa risiko kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jumlah penonton, tetapi juga kepadatan kerumunan. Kerumunan yang padat dapat mempercepat penyebaran penyakit menular, terutama jika ada pelancong yang membawa infeksi dan kemudian menularkannya kepada sesama penonton maupun masyarakat lokal.
Sebagai langkah antisipasi, sejumlah kota tuan rumah meningkatkan ketersediaan klinik vaksinasi di sekitar venue pertandingan. FIFA pun bekerja sama dengan lembaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya perlindungan kesehatan.
Para pelancong disarankan berkonsultasi dengan dokter atau klinik kesehatan perjalanan setidaknya 4-6 minggu sebelum keberangkatan, mengingat beberapa vaksin membutuhkan lebih dari satu dosis atau waktu tertentu untuk membentuk kekebalan.
Rekomendasi vaksin rutin dapat sedikit berbeda di tiap negara, terutama di Meksiko yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit yang ditularkan melalui makanan dan air, serta penyakit tropis seperti chikungunya dan dengue.
Adapun vaksin demam kuning tidak diwajibkan maupun direkomendasikan untuk Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, kecuali bagi pelancong yang datang dari negara dengan risiko demam kuning.
Editor: Kunta Bayu Waskita
