
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Pemerintah akan memfokuskan pembinaan terhadap 21 cabang olahraga unggulan melalui revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Dari jumlah tersebut, 20 cabang olahraga diarahkan menuju Olimpiade, sementara satu cabang olahraga dipersiapkan menembus panggung dunia.
Dalam kesempatannya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan revisi DBON masih menunggu terbitnya Instruksi Presiden atau Keputusan Presiden.
Revisi ini mencakup penambahan jumlah cabang olahraga unggulan serta penerapan sistem promosi dan degradasi berbasis capaian prestasi.
“Ini 21 cabor (cabang olahraga) yang kita akan fokus, di mana 20 cabor untuk menuju Olimpiade, ya, dan satu cabor Road to World Stage,” kata Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Erick menjelaskan sistem promosi dan degradasi diterapkan agar cabang olahraga unggulan tidak bersifat permanen. Cabor yang tidak mencapai target prestasi pada Olimpiade 2028 dan 2032 berpotensi dikeluarkan dari daftar prioritas nasional.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah mendorong pencak silat sebagai cabang olahraga yang merepresentasikan identitas dan kekuatan bangsa di tingkat global.
Pencak silat disiapkan tampil di berbagai ajang internasional, termasuk World Combat Games 2027, dengan target jangka panjang masuk dalam agenda Olimpiade.
Selain pembinaan atlet elite, pemerintah juga mengarahkan DBON agar terintegrasi dengan sistem pendidikan.
Erick menyebut cabang olahraga dasar atau mother sports seperti atletik, akuatik, dan senam akan diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar hingga menengah, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana di daerah.
“Sekolah diberikan pilihan sesuai kemampuan infrastruktur. Tidak dipaksakan, tetapi diarahkan untuk membangun fondasi olahraga dan karakter sejak dini,” ucap Erick.
Menurut Erick, pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membangun masyarakat yang sehat serta menanamkan nilai sportivitas dan daya juang pada generasi muda.
Pemerintah juga membuka peluang penyediaan dana khusus Olimpiade melalui penerbitan Peraturan Presiden baru tentang DBON sebagai pengganti Perpres Nomor 86 Tahun 2021.
Skema pendanaan akan berbasis kinerja, dengan dukungan penuh diberikan kepada cabang olahraga dan atlet yang memiliki potensi medali.
Revisi DBON ini mengadopsi praktik sejumlah negara, seperti Inggris, yang menyalurkan anggaran olahraga secara selektif dan berbasis performa.
Pemerintah menargetkan kebijakan tersebut mampu memperkuat pembinaan jangka panjang sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di ajang olahraga internasional.
*Daftar 21 Cabang Olahraga Unggulan Nasional*
Presiden Presiden telah menetapkan 21 cabang olahraga unggulan nasional yang terdiri atas 20 cabang olahraga Olimpiade dan satu cabang olahraga Road to World Stage.
Penetapan ini didasarkan pada indikator sejarah, tradisi, potensi prestasi, serta sebagai cerminan kekuatan bangsa. Mayoritas cabang olahraga yang dipilih merupakan cabang perorangan.
Berikut daftar 21 cabang olahraga unggulan nasional:
1. Atletik
2. Senam
3. Akuatik
4. Angkat Besi
5. Panahan
6. Menembak
7. Judo
8. Tinju
9. Balap Sepeda
10. Bulutangkis
11. Panjat Tebing
12. Taekwondo
13. Tenis
14. Voli Pantai (2x2)
15. Bola Basket (3x3)
16. Dayung (Rowing dan Canoe)
17. Sepak Bola
18. Anggar
19. Gulat
20. Pencak Silat (Road to World Stage)
21. Equestrian
Ke-21 cabang olahraga tersebut dipersiapkan secara khusus menuju Olimpiade 2028 Los Angeles, dengan sasaran antara SEA Games 2025 Thailand, Asian Games 2026 Jepang, dan SEA Games 2027 Malaysia.
Pemerintah akan menerapkan sistem promosi dan degradasi berdasarkan capaian prestasi di ajang-ajang tersebut.
Cabang olahraga pencak silat diproyeksikan menembus panggung dunia dan diharapkan dapat masuk dalam program Olimpiade, antara lain melalui World Combat Games 2027.
Sementara itu, sepak bola memiliki target khusus menuju Piala Dunia 2030, dengan proses persiapan yang akan dimulai sejak kualifikasi pada 2027.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah tengah memproses penerbitan Peraturan Presiden tentang DBON yang baru.
Regulasi ini akan memperluas cakupan cabang olahraga unggulan dari 14 menjadi 21 cabang, sekaligus memperjelas mekanisme pembinaan dan pendanaan berbasis performa.
Editor: Redaktur TVRINews
