
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ganda Campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel menatap debut di All England Open Badminton Championships 2026 dengan optimisme tinggi.
Felisha menilai persiapan menuju All England dan rangkaian tur Eropa sudah berada di angka 90 hingga 95 persen.
“Kalau saya pribadi sudah yakin di 90 sampai 95 persen. Sisanya tinggal menyesuaikan kondisi di Eropa. Semoga seminggu di sana bisa menyempurnakan persiapan,” ujar Felisha ketika ditemui wartawan termasuk tvrinews.com di Pelatnas Cipayung PBSI, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.
Jafar pun memasang angka serupa. Ia merasa waktu latihannya lebih panjang sehingga persiapannya sudah cukup matang.
Meski All England dikenal sebagai turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi, keduanya memilih tidak larut dalam gengsi tersebut.
“Kami sudah tahu ini turnamen besar dan sakral. Tapi kalau terlalu fokus ke situ malah bisa merusak fokus pertandingan. Jadi lebih baik fokus ke match by match,” kata Felisha.
Untuk target, keduanya kompak memasang ambisi minimal menembus semifinal.
“Kalau bicara paling bawah, minimal semifinal,” ucap Felisha.
Jafar menambahkan target tersebut tetap harus dijalani dengan pendekatan satu pertandingan demi satu pertandingan.
Tur Eropa kali ini diawali dengan aklimatisasi lebih awal. Keduanya menyambut positif kesempatan tersebut, terutama untuk mengatasi jet lag dan perbedaan suhu sebelum bertanding di Utilita Arena Birmingham, Inggris.
“Yang paling berpengaruh biasanya jam tidur dan suhu. Kalau baru datang sehari dua hari langsung main, itu sangat mengganggu,” tutur Felisha.
Jafar sepakat. Menurutnya, tiba lebih awal membuat tubuh punya waktu cukup untuk menyesuaikan diri sebelum laga pertama.
Soal tekanan tampil perdana di All England, keduanya mengaku rasa gugup pasti ada, meski saat ini belum terlalu terasa karena drawing belum keluar.
“Biasanya nervous-nya nanti pas sudah di sana,” kata Jafar.
Terkait ibadah puasa, Jafar memilih tidak menjalankannya selama persiapan dan turnamen demi menjaga kondisi.
Ia memastikan akan kembali ke Indonesia sebelum Lebaran karena hanya mengikuti turnamen hingga Swiss.
Debut di All England menjadi ujian penting bagi Jafar/Felisha untuk mengukur kapasitas mereka di level Super 1000 sekaligus membuka peluang menorehkan prestasi besar di panggung elite dunia.
Editor: Redaktur TVRINews
