
Pelatih Bhayangkara FC Berikan Klarifikasi Terkait Keributan setelah Gol Kedua PSIM
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Solo
Pelatih Bhayangkara Presisi FC Hanim Sugiarto memberikan penjelasan terkait keributan yang terjadi pada pertandingan final Liga 2 2024/25 yang mempertemukan timnya dengan PSIM Yogyakarta.
Dalam laga yang dihelat di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 26 Februari 2025, keributan yang dimaksud sempat melibatkan ofisial wasit dan memicu emosi dari pihak Bhayangkara FC.
Menurut pengakuan dari Hanim, Bhayangkara FC berencana melakukan pergantian cepat, karena salah satu pemainnya, Teuku Muhammad Ichsan mengalami cedera.
Sehingga, ia merasa perlu untuk menarik sang pemain keluar. Namun, dirinya merasa pergantian dari pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut lambat.
“Memang sempat ada keributan dengan ofisial wasit karena pergantian pemain yang kami rencanakan cukup lama untuk diproses. Seharusnya bisa lebih cepat, karena kami ingin segera kembali bermain dengan lengkap. Itu yang sedikit mengganggu fokus kami pada saat itu,” ujar Hanim kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers setelah pertandingan, Rabu, 26 Februari 2025.
Lebih lanjut, Hanim mengungkapkan permintaan maaf atas reaksi yang ditunjukkan oleh tim yang berjuluk The Guardian itu. Namun, ia tidak memungkiri bahwa kejadian tersebut membuat timnya merasa dirugikan.
“Kami mohon maaf jika respons yang kami tunjukkan terkesan berlebihan. Itu adalah reaksi spontan yang dipicu oleh situasi tersebut,” ucap Hanim.
Pelatih Bhayangkara FC ini juga menyampaikan rasa syukurnya atas karunia Tuhan yang memberikan kesehatan kepada seluruh pemain dan staf hingga pertandingan selesai.
Meski gagal membawa pulang gelar juara, ia mengucapkan selamat kepada PSIM Yogyakarta yang berhasil meraih gelar juara Liga 2 pada musim ini. Dalam laga ini, anak asuhnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-2.
Sempat tertinggal lewat gol yang dicetak oleh Rafael Rodrigues atau yang lebih dikenal Rafinha (9'). Bhayangkara FC membalas oleh gol yang dicetak oleh Felipe Ryan (71'). Namun, kemenangan tim tuan rumah dikunci oleh Rocken Tampubolon (95').
“Selamat kepada PSIM yang sudah meraih gelar juara Liga 2. Terkait pertandingan, ini adalah laga yang sangat luar biasa dan layak untuk dinikmati oleh seluruh insan sepak bola. Kedua tim bermain dengan agresif dan menunjukkan penampilan yang sangat baik. Saya rasa ini adalah hiburan yang sangat menyenankan bagi masyarakat Indonesia,” tutur Hanim.
Editor: Redaktur TVRINews
