Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ganda Campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil mengawali langkah mereka di Indonesia Masters 2026 dengan kemenangan dramatis.
Bermain di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026, Adnan/Indah yang kini duduk di peringkat 24 dunia itu sukses menaklukkan wakil Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevin Jemie melalui rubber game yang ketat dan menegangkan.
Pada laga babak pertama tersebut, Adnan/Indah harus bekerja ekstra keras sebelum memastikan kemenangan dengan skor 18-21, 21-18, 22-20.
Kemenangan ini terasa semakin berarti karena sekaligus menjadi revans bagi Adnan/Indah. Pada pertemuan sebelumnya di Korea Open 2025 pada September lalu, mereka harus mengakui keunggulan Goh/Lai di turnamen BWF World Tour Super 500, 9-21, 20-22.
Kali ini, tampil di Istora, mereka berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan atas pasangan Malaysia yang duduk di peringkat 11 dunia itu.
Indah mengungkapkan kunci utama kemenangan mereka terletak pada kemampuan menjaga fokus dan ketenangan, terutama saat pertandingan memasuki fase paling menentukan di gim ketiga.
“Di poin-poin terakhir, kami berdua benar-benar fokus ke tugas masing-masing. Tidak mau terlalu banyak berpikir. Yang penting bolanya masuk dulu, bagaimana caranya tidak nyangkut, dan bisa menjaga reli,” ujar Indah kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa mereka berusaha menghindari tekanan akibat situasi skor yang ketat.
“Kami tidak mau mikirin lawan sudah 20 atau kondisi 20-20. Kami jalani saja satu demi satu, step by step. Fokus ke poin yang sedang dimainkan, bukan ke skor akhirnya,” ucap Indah.
Sementara itu, Adnan menegaskan bahwa secara teknis permainan tetap harus dijalankan dengan disiplin. Selain itu, kemenangan atas Goh/Lai tidak lepas dari proses pembelajaran dari pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan pasangan Malaysia tersebut.
“Kalau dari segi permainan sebenarnya sama saja, tetap harus fokus ke strategi dan pola main. Tapi dengan dukungan penonton, rasanya tenaga bisa bertambah,” kata Adnan.
“Kami belajar dari pertemuan sebelumnya. Dari situ kami tahu apa yang harus diperbaiki, bagaimana mengantisipasi permainan mereka, dan bagaimana kami harus lebih siap,” tutur Adnan menambahkan.
Indonesia Masters 2026 menjadi turnamen pertama Adnan/Indah pada tahun ini. Dengan peta persaingan yang ketat di sektor ganda campuran, keduanya memilih untuk bersikap realistis dalam menentukan target.
“Target pastinya podium, tapi kami jalani maksimal step by step,” ujar Adnan.
Terkait evaluasi ke depan, Adnan menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah meminimalkan kesalahan sendiri dan menjaga konsistensi permainan.
“Yang paling banyak harus dikurangi itu mati-mati sendiri. Selain itu, kami harus lebih fokus lagi di setiap poin, karena di level ini sedikit lengah saja bisa langsung berpengaruh,” kata Adnan.
Sementara itu, Indah juga menekankan bahwa suasana Istora memberikan pengalaman emosional yang kuat bagi dirinya. Antusiasme penonton yang memenuhi tribun menjadi faktor nonteknis yang sangat berpengaruh.
“Melihat antusiasi supporter itu seru banget. Jujur senang rasanya sekarang Istora sudah kembali rame. Padahal ini baru hari kedua, tapi atmosfernya sudah hidup. Rasanya seperti dulu, saat Istora benar-benar penuh dan adrenalinnya langsung naik. Dukungan itu terasa sampai ke lapangan dan bikin kami lebih terpacu,” ucap Indah.
Adnan mengakui bermain di Istora selalu menghadirkan dorongan emosional tersendiri. Menurutnya, dukungan publik tuan rumah memberi energi tambahan yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Pasti ada pengaruhnya main di Istora. Supporter membuat kami lebih semangat dan lebih hidup di lapangan,” ujar Adnan.
Baca juga: Indonesia Masters 2026: Jafar/Felisha Tantang Dejan/Bernadine, Tuan Rumah Pastikan Tiket 8 Besar
Di babak 16 besar, Adnan/Indah akan melawan pasangan Korea Selatan, Lee Jong-min/Lee Yu-lim.
Editor: Redaktur TVRINews
