
Penyerang sayap andalan tim nasional Jepang, Ritsu Doan (Foto: FIFA)
Penulis: Fityan
TVRINews - Frankfurt
Bintang Samurai Biru siap mengemban tanggung jawab sebagai motor serangan utama dalam turnamen mendatang di Amerika Utara.
Penyerang sayap andalan tim nasional Jepang, Ritsu Doan, menyatakan kesiapannya untuk memikul ekspektasi besar publik seiring dengan semakin dekatnya putaran final Piala Dunia FIFA.
Pemain yang kini merumput di Bundesliga bersama Eintracht Frankfurt tersebut bertransformasi dari sekadar pemain muda berbakat menjadi sosok pemimpin yang krusial bagi skuat asuhan Hajime Moriyasu.
Keberhasilan Jepang menumbangkan raksasa Eropa, Jerman dan Spanyol, pada edisi 2022 di Qatar masih segar dalam ingatan.

Jepang saat menumbangkan raksasa Eropa, Jerman dan Spanyol, pada edisi 2022 di Qatar (Foto: FiFA)
Doan, yang mencetak gol penyeimbang dalam kedua laga tersebut, mengenang kembali momen bersejarah yang mengubah persepsi dunia terhadap sepak bola Asia.
"Gol melawan Jerman memiliki makna yang sangat mendalam bagi saya.
Itu adalah gol pertama saya di Piala Dunia dan momen yang benar-benar membangkitkan semangat tim," ujar Doan dalam wawancara eksklusif kepada FIFA.
Ia menambahkan bahwa memori tersebut tetap melekat kuat dan menjadi motivasi tambahan untuk menghadapi tantangan di depan.
Keunggulan Pengalaman di Eropa
Dominasi Jepang dalam babak kualifikasi zona AFC, di mana mereka menjadi negara pertama yang mengamankan tiket ke Amerika Utara, tidak lepas dari banyaknya pemain yang berkarier di liga-liga elite Eropa.
Doan meyakini bahwa persaingan ketat di level klub, seperti di Liga Champions dan Liga Europa, telah meningkatkan standar kolektif tim nasional secara signifikan.
Setelah menghabiskan sembilan tahun di luar negeri, Doan melihat adanya pergeseran perspektif dalam dirinya.
Adaptasi budaya sepak bola yang berbeda antara Jepang dan Jerman telah membentuknya menjadi pemain yang lebih dewasa dalam mengambil keputusan di lapangan.
"Saya ingin menjadi tipe pemain yang bisa diandalkan tim saat situasi sulit. Fokus saya kini bukan lagi sekadar pencapaian individu, melainkan bagaimana kontribusi saya mampu membawa tim meraih kemenangan," tegas mantan pemain PSV Eindhoven tersebut.
Menatap Laga Pembuka
Tantangan besar sudah menanti Jepang di laga pembuka grup melawan Belanda yang akan berlangsung di Dallas.
Bagi Doan, menghadapi Belanda adalah pertemuan dengan "rumah kedua" setelah menghabiskan lima musim di Eredivisie.
Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental untuk meredam bakat individu pemain Belanda yang dinamis.
Sebagai persiapan akhir menuju turnamen akbar empat bulan lagi, Jepang dijadwalkan akan melakoni laga uji coba bergengsi melawan Inggris dan Skotlandia pada bulan Maret mendatang.
Pertandingan tersebut dipandang sebagai ujian krusial untuk mengukur sejauh mana kesiapan taktis Samurai Biru sebelum terbang ke panggung dunia.
Editor: Redaktur TVRINews
