TVRINews, San Antonio
Tertinggal 1-2 dari Thunder, San Antonio Bersiap Bangkit pada Game 4 Minggu Malam.
Perjalanan pascamusim NBA pertama bagi Victor Wembanyama kini memasuki fase krusial. Untuk pertama kalinya sejak berseragam San Antonio Spurs, sang center belia bersama timnya berada dalam posisi tertinggal dalam sebuah seri playoff.
Kendati demikian, pebasket berusia 22 tahun tersebut berharap timnya mampu memetik pelajaran berharga dengan cepat.
Spurs saat ini tertinggal 1-2 dalam rangkaian final Wilayah Barat setelah menelan kekalahan 108-123 dari Oklahoma City Thunder pada Sabtu 23 Mei 2026 malam waktu setempat. Hasil ini menjadi kekalahan kedua beruntun bagi San Antonio, setelah sebelumnya sempat mengamankan kemenangan dramatis melalui babak double-overtime pada Game 1.
Seusai laga ketiga berakhir, Wembanyama memberikan pandangan yang matang mengenai situasi sulit yang sedang dihadapi timnya.
"Ini adalah playoff pertama saya, dan juga bagi sebagian besar dari kami," ujar Wembanyama. "Tentu saja, ujian berat seperti ini sudah diperkirakan akan datang. Namun sekarang, saatnya kami melihat seberapa tangguh mentalitas yang kami miliki." Kutip AP Sport
Respons kolektif yang dipersiapkan Spurs diprediksi akan tersaji sepenuhnya saat seri ini berlanjut pada Game 4 di San Antonio, Minggu 24 Mei malam.
Secara statistik individu, performa Wembanyama pada laga Jumat malam sejatinya tetap impresif. Ia membukukan 26 poin dalam 39 menit penyerahan di lapangan durasi di mana Spurs sebenarnya mampu mengungguli Thunder dengan selisih empat poin.
Namun, kendala utama berada pada sembilan menit sisa laga saat Wembanyama diistirahatkan, di mana Thunder berbalik mendominasi dan mengungguli Spurs dengan margin 19 poin.
Walau mencetak angka yang signifikan, Wembanyama tetap melakukan evaluasi mendalam terhadap performa pribadinya, terutama setelah hanya mencatatkan empat rebound dan tiga assist.
"Saat ini saya merasa kesulitan untuk membuat rekan-rekan setim bermain lebih baik. Saya harus tampil lebih optimal. Persentase tembakan saya tidak buruk, tetapi saya perlu berkontribusi lebih besar sebagai sebuah tim," tuturnya.
Ketika diminta penjelasan lebih lanjut mengenai evaluasi tersebut, ia menekankan pentingnya aspek fasilitasi dan dominasi area bawah ring.
"Saya harus memfasilitasi serangan dengan lebih baik dan mengamankan rebound," kata Wembanyama. "Saya perlu menekan lini pertahanan mereka lebih dalam, memancing lawan untuk memberikan bantuan pertahanan, dan kemudian mengalirkan bola kepada rekan setim yang bebas."
Sepanjang tiga laga yang telah berjalan, pebasket asal Prancis ini sebenarnya menorehkan statistik impresif dengan rata-rata 29,3 poin dan 15 rebound. Meski begitu, San Antonio jelas membutuhkan dorongan yang lebih besar untuk menghadapi sang juara bertahan, sebuah realitas yang sepenuhnya disadari oleh bintang utama mereka.
Tantangan terbesar bagi Spurs adalah menjaga konsistensi permainan. Pada laga terakhir, mereka sempat melesat lewat keunggulan awal 15-0, sebelum akhirnya berbalik tertinggal hingga selisih 30 poin di sisa pertandingan. Menemukan solusi atas inkonsistensi tersebut menjadi fokus utama tim dalam sesi evaluasi.
"Saya merasa setiap individu dari kami harus meningkatkan level permainan," pungkas Wembanyama. "Sebagai sebuah tim dan organisasi, ini adalah rangkaian pengalaman baru. Kami hanya perlu bergerak maju dan menemukan jawaban atas tantangan ini."Tambahnya










