
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan posisi olahraga dan pemuda sebagai inti pembangunan bangsa, menyusul dipamerkannya Trofi Piala Dunia FIFA di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, 22 Januari 2026.
Erick menyebut kehadirannya bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam agenda tersebut bukan sekadar seremonial.
Ia menggambarkan relasi keduanya sebagai partner diskusi, terutama terkait sepak bola dan sport tourism. Meski begitu, Erick menegaskan dirinya tidak bisa berpihak pada satu klub tertentu.
“Sebagai Menpora dan Ketua Umum PSSI, saya tidak boleh hanya mendukung satu klub. Kita harus mendukung semua cabang olahraga,” ujar Erick kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Kamis, 22 Januari 2026.
Meski demikian, Erick tetap mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghidupkan kembali atmosfer sepak bola ibu kota.
Ia menilai aura Persija kembali menyala dan klub tersebut patut diperhitungkan, apalagi memiliki sejarah panjang dalam sepak bola nasional.
Dalam kesempatan itu, Erick juga menyampaikan terima kasih kepada para duta besar negara sahabat serta legenda Timnas Brasil Gilberto Silva yang hadir langsung di Jakarta.
Ia menyebut kehadiran para tokoh internasional membuka peluang kerja sama lintas negara, tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga kepemudaan.
“Kami ingin mendorong program pemuda ke depan, bukan hanya olahraga prestasi, tapi juga pembangunan karakter, kepemimpinan, dan isu kesehatan mental,” kata Erick.
Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis sebagai alat pemersatu bangsa. Karena itu, ia menekankan pentingnya soliditas, baik di organisasi kepemudaan maupun federasi olahraga, agar pembangunan tidak terhambat oleh perpecahan internal.
Erick juga menyoroti potensi besar sport industry dan sport tourism. Ia menyebut nilai industri olahraga dunia mencapai sekitar Rp8.000 triliun, sementara sport tourism hampir Rp10.000 triliun. Angka tersebut, menurutnya, menunjukkan olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga penggerak ekonomi.
“Government spending itu terbatas, hanya sekitar 10–15 persen. Selebihnya harus didorong lewat investasi, kolaborasi dengan swasta, dan kerja sama internasional,” ucap Erick.
Pemerintah, lanjut Erick, sangat terbuka untuk mendukung penyelenggaraan event-event besar di Jakarta maupun daerah lain.
Ia menilai ajang seperti Trophy Tour Piala Dunia FIFA menjadi contoh konkret bagaimana olahraga bisa berdampak luas bagi ekonomi, pariwisata, dan inspirasi generasi muda.
Pameran Trofi Piala Dunia FIFA di JCC menjadi puncak rangkaian Trophy Tour di Jakarta.
Sebelumnya, kegiatan diawali dengan coaching clinic di Lapangan A Gelora Bung Karno yang melibatkan empat Sekolah Sepak Bola asal Jakarta dan menghadirkan pemain Timnas Putri Indonesia, Zahra Muzdalifah.
Trofi ikonik tersebut dipresentasikan secara resmi oleh legenda timnas Brasil Gilberto Silva, setelah sebelumnya tiba di Bandara Halim Perdanakusuma dan diarak menuju JCC. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, baik di lokasi maupun melalui siaran langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport.
Bagi Erick, melihat trofi Piala Dunia hadir langsung di Indonesia menjadi momen yang jauh lebih bermakna dibandingkan pidato-pidato resmi.
“Ini yang paling exciting. Publik bisa melihat langsung simbol tertinggi sepak bola dunia hadir di Indonesia,” tutur Erick.
Editor: Redaktur TVRINews
