TVRINews, Jakarta
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyebut Vietnam sebagai tim yang paling difavoritkan menjuarai Piala ASEAN (AFF) 2026.
Meski demikian, ia menegaskan fokus utama Timnas Indonesia bukan semata mengejar hasil instan, melainkan membangun fondasi tim menuju target yang lebih besar di level Asia.
Herdman saat ini memanggil 50 pemain dalam daftar wider squad yang menjalani pemusatan latihan (training camp) di Bali. Seluruh pemain masih akan melewati proses seleksi sebelum skuad final diumumkan melalui Garuda Calling.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Bagi Herdman, turnamen ini juga menjadi pengalaman pertamanya menghadapi tim-tim Asia Tenggara.
"Ini akan menjadi petualangan bagi saya. Ini pengalaman pertama saya menghadapi tim-tim Asia Tenggara dengan gaya bermain dan kondisi yang berbeda. Selama ini semua pertandingan saya bersama Indonesia dimainkan di Jakarta, didukung penuh oleh suporter Garuda. Sekarang tantangannya akan berbeda," kata Herdman, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia mengaku telah mempelajari kekuatan para calon lawan dan menilai seluruh tim di Grup A memiliki karakter yang disiplin serta daya juang tinggi.
"Saya sudah memantau Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste. Mereka adalah tim yang terorganisasi dan akan berjuang habis-habisan. Menurut saya, Vietnam adalah favorit juara turnamen ini. Persiapan mereka sangat baik dan mereka tahu bagaimana cara menjadi juara. Karena itu kami akan fokus menjalani satu pertandingan demi satu pertandingan," ucap Herdman.
Pelatih asal Inggris itu menegaskan Piala AFF 2026 merupakan bagian dari proyek jangka panjang Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 dan target besar dengan lolos Piala Dunia 2030 mendatang.
Menurutnya, turnamen ini menjadi kesempatan untuk menguji pemain-pemain lokal sekaligus memberikan pengalaman kepada talenta muda.
"Target kami adalah 2030, kemudian kami menyusun langkah mundur menuju Piala Asia 2027. AFF menjadi kesempatan bagi pemain lokal untuk bersaing dan bagi saya memahami siapa saja yang bisa berkontribusi di level Asia. Saya ingin memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda. Pengalaman bermain di turnamen tentu sangat berbeda dibanding laga persahabatan karena ada perjalanan, jadwal yang padat, dan tekanan kompetisi," ujar Herdman.
Herdman menyebut lawan bukan menjadi fokus utamanya. Ia lebih ingin melihat perkembangan performa para pemain selama turnamen berlangsung.
"Hal yang paling penting bagi saya adalah para pemain menunjukkan perkembangan, merasakan atmosfer turnamen, dan memperoleh pengalaman yang bisa membantu kami meraih kesuksesan di level Asia," tutur Herdman.
Saat ditanya mengenai lawan terberat, Herdman kembali menunjuk Vietnam sebagai tim yang paling siap menghadapi AFF 2026.
"Saya masih terus mempelajari setiap negara, tetapi saya rasa Vietnam adalah tim terkuat di turnamen ini. Mereka sudah memulai persiapan sejak akhir Juni, memiliki pelatih yang sudah lama menangani tim, memiliki kerangka pemain yang solid, dan menambah kekuatan melalui pemain diaspora. Mereka akan menjadi lawan yang sangat berat bagi kami," kata Herdman.
Meski demikian, Herdman mengaku antusias menghadapi seluruh lawan, termasuk berharap bisa bertemu Malaysia apabila kedua tim bertemu pada fase gugur.
Ia juga menilai jadwal persiapan Timnas Indonesia sudah berada pada waktu yang ideal.
"Kalau memulai terlalu cepat, pemain bisa kelelahan secara mental saat turnamen dimulai. Kalau terlalu lambat, mereka belum siap. Saya rasa kami sudah menemukan keseimbangan. Para pemain baru menjalani musim yang panjang, terutama pemain Persib yang berjuang meraih gelar. Mereka membutuhkan waktu untuk beristirahat bersama keluarga. Sekarang mereka sudah kembali, bekerja keras, dalam kondisi segar, dan saya sangat antusias," ujar Herdman.










