
Cecilio Waterman Penyerang Veteran Timnas Panama (Foto: FIFA)
Penulis: Fityan
TVRINews-Panama
Penyerang veteran Panama siap hadapi Harry Kane dan bintang elit dunia pada turnamen 2026.
Bagi Cecilio Waterman, usia hanyalah angka dan mimpi tidak memiliki batas waktu. Di usia 34 tahun, penyerang veteran ini tidak hanya merayakan kelolosan negaranya ke Piala Dunia FIFA 2026, tetapi juga bersiap untuk menguji kemampuannya melawan barisan pemain terbaik di planet ini.
Waterman menjadi figur sentral dalam perjalanan impresif Panama selama babak kualifikasi. Setelah sempat absen selama enam tahun dari tim nasional antara 2013 hingga 2019, ia membuktikan bahwa kegigihan mampu mengalahkan keraguan.
"Saya hanya mencoba menjalani hidup secara normal, seperti yang selalu saya lakukan," ujar Waterman dalam wawancara eksklusif dengan FIFA.
"Namun di Panama, saat saya berlibur, orang-orang menunjukkan kasih sayang yang luar biasa. Anda menyadari betapa mereka menghargai kerja keras Anda."
Momen Viral Bersama Sang Idola
Salah satu sorotan dalam karier Waterman baru-baru ini adalah momen emosional di semifinal Concacaf Nations League melawan Amerika Serikat pada Maret 2025.
Setelah mencetak gol kemenangan, ia berlari menuju legenda Prancis, Thierry Henry, yang sedang bertugas sebagai komentator di pinggir lapangan.
Momen Emosional Waterman berlari menuju legenda Prancis, Thierry Henry, yang sedang bertugas sebagai komentator di pinggir lapangan usai mencetak gol di semifinal Concacaf Nations League melawan Amerika Serikat pada Maret 2025 (Foto: FIFA)
"Saya menontonnya sejak kecil dan dia selalu menjadi idola saya. Saya melihatnya di sana, lalu berlari memeluk dan merayakannya bersama dia tanpa menyadari dampak yang akan ditimbulkan.
Itu murni insting," kenang Waterman. Henry kemudian memberinya jersey yang kini ia bingkai dengan rapi di ruang tamunya.
Menghadapi Raksasa di Grup Berat
Panama tergabung dalam grup yang menantang bersama tim-tim besar seperti Inggris, Kroasia, dan Ghana.
Menghadapi nama-nama besar seperti Harry Kane dan Luka Modric tidak membuat nyali Waterman ciut. Ia percaya bahwa kesenjangan kualitas dalam sepak bola modern semakin menipis.
"Mereka adalah pemain kelas dunia, tentu sangat memotivasi melihat mereka di lapangan. Tapi sebagai pemain, kita tidak boleh berpikir, 'Oh, di sana ada Kane, di sana ada Modric.' Ini adalah sepak bola," tegasnya.
Waterman merujuk pada kesuksesan negara tetangganya, Kosta Rika, sebagai bukti bahwa tim dari Amerika Tengah mampu bersaing di level tertinggi.
"Siapa bilang kita tidak bisa mengambil tiga poin dalam sebuah pertandingan? Saya yakin kita bisa karena dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi."
Kepercayaan pada Kepemimpinan Christiansen
Waterman bersma rekan satu tim nya diPanama (Foto: FIFA)
Kebangkitan Waterman di tim nasional tidak lepas dari peran pelatih Thomas Christiansen. Waterman memuji kemampuan taktis pelatih asal Denmark tersebut dalam menganalisis pertandingan.
"Dia pandai membaca pertandingan. Dia memberi tahu kami apa yang akan terjadi dan di mana kami harus menangani tekanan. Itu memudahkan kami sebagai pemain," ungkap penyerang yang sempat mengalami masa sulit karena cedera ini.
Kini, fokus utama Waterman adalah menjaga kondisi fisik agar tetap masuk dalam daftar final skuad Piala Dunia. Baginya, mengenakan seragam tim nasional adalah sebuah kehormatan yang tidak ternilai harganya.
"Mencetak gol dengan tim nasional, mengetahui bahwa Anda mewakili jutaan orang dari negara Anda, itu tak ternilai harganya. Ini adalah euforia yang indah," tutupnya.
Editor: Redaktur TVRINews

Momen Emosional Waterman berlari menuju legenda Prancis, Thierry Henry, yang sedang bertugas sebagai komentator di pinggir lapangan usai mencetak gol di semifinal Concacaf Nations League melawan Amerika Serikat pada Maret 2025 (Foto: FIFA)
Waterman bersma rekan satu tim nya diPanama (Foto: FIFA)