TVRINews – Barcelona
_Kemenangan 2-0 di El Clasico Memastikan Gelar Liga Spanyol ke-29 bagi Blaugrana._
Barcelona resmi mengamankan gelar juara La Liga ke-29 mereka setelah menumbangkan rival abadi, Real Madrid, dengan skor 2-0 dalam laga bertajuk El Clasico di Camp Nou, Minggu 10 Mei 2026 malam.
Kemenangan ini membawa skuat asuhan Hansi Flick unggul 14 poin di puncak klasemen, sebuah jarak yang mustahil dikejar dengan tiga laga tersisa.
Gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Marcus Rashford dan Ferran Torres pada babak pertama. Hasil ini memastikan gelar juara berturut-turut bagi klub Catalan tersebut, sekaligus memaksa Real Madrid menutup musim tanpa raihan trofi mayor.
*Dominasi Sejak Menit Awal*
Tampil di hadapan 62.000 pendukung setianya, Barcelona menunjukkan determinasi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
Marcus Rashford, yang tampil menggantikan Lamine Yamal yang cedera, membuka keunggulan lewat eksekusi tendangan bebas melengkung yang bersarang di pojok atas gawang Thibaut Courtois.
Dominasi Barcelona berlanjut pada menit ke-18. Berawal dari umpan tumit cerdas Dani Olmo, Ferran Torres berhasil merangsek ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang menggandakan kedudukan.
Meski Madrid mencoba membalas melalui pergerakan Gonzalo Garcia dan Jude Bellingham, pertahanan kokoh yang digalang Joan Garcia berhasil menjaga keperawanan gawang tuan rumah hingga laga usai.
*Dedikasi di Tengah Kedukaan*
Kemenangan ini terasa emosional bagi pelatih Hansi Flick. Pria asal Jerman tersebut tetap memimpin tim di pinggir lapangan meski baru saja kehilangan sang ayah sesaat sebelum pertandingan dimulai.
"Ini adalah hari yang sangat berat bagi saya secara pribadi. Namun, tim ini luar biasa; mereka sudah seperti keluarga," ujar Flick kepada La Liga TV.
"Saya bangga dengan para pemain dan pendukung kami. Memenangkan gelar juara di stadion ini melalui laga El Clasico adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan."
Senada dengan sang pelatih, gelandang Frenkie de Jong menegaskan bahwa kemenangan ini adalah pembuktian kualitas Barcelona di kompetisi domestik. "Gelar ini terasa lebih spesial karena kami memenangkannya di kandang melawan Madrid. Kami telah menjadi tim terbaik di Spanyol musim ini," tuturnya kepada Movistar.
*Evaluasi bagi Real Madrid*
Di sisi lain, kekalahan ini menambah awan mendung di kubu Santiago Bernabeu. Real Madrid tidak hanya kehilangan gelar, tetapi juga menghadapi gejolak internal menyusul absennya Fede Valverde akibat cedera pasca-insiden di sesi latihan.
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, mengakui keunggulan lawan namun menegaskan pentingnya menjaga martabat klub di sisa musim.
"Kami harus belajar dari apa yang terjadi musim ini dan bekerja lebih keras. Kami membela sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar harga diri pribadi, yaitu lambang Real Madrid dan jutaan pendukung kami," ucap Arbeloa dalam konferensi pers pascapertandingan.
Dengan hasil ini, Barcelona tetap menjaga asa untuk menyamai rekor 100 poin dalam satu musim liga jika mampu menyapu bersih kemenangan di laga tersisa.










