
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyampaikan hasil sekaligus evaluasi atas penampilan Indonesia di Piala Thomas 2026 yang berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026.
Pada edisi kali ini, Indonesia tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Persaingan berlangsung ketat sejak awal, dengan setiap tim berupaya mengamankan tiket ke babak perempat final.
Menjelang laga penentuan melawan Prancis, peluang Indonesia sebenarnya masih terbuka. Kemenangan 3-2 akan memastikan status juara grup, sementara kekalahan tipis 2-3 masih cukup untuk lolos sebagai runner-up. Namun, kekalahan 1-4 atau 0-5 membuat Indonesia dipastikan tersingkir.
Indonesia sebelumnya meraih kemenangan penting 3-2 atas Thailand. Namun langkah tim Merah Putih terhenti setelah kalah 1-4 dari Prancis pada laga terakhir, yang membuat Indonesia finis di posisi ketiga klasemen akhir Grup D.
Thailand keluar sebagai juara grup usai mengalahkan Prancis 4-1, sementara Prancis melaju sebagai runner-up ke babak perempat final.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menyampaikan permohonan maaf atas hasil tersebut sekaligus mengakui keunggulan lawan.
“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Piala Thomas kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini,” ujar Eng Hian dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Kamis, 30 April 2026.
Menurut Eng Hian, secara strategi dan komposisi pemain, Prancis memiliki keunggulan dengan fleksibilitas susunan pemain. Kehadiran Popov bersaudara yang bisa bermain di sektor tunggal maupun ganda memberi keuntungan tersendiri dalam menentukan line-up.
Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk mencuri poin, salah satunya melalui tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.
Namun, ia mengalami kendala fisik di gim ketiga setelah terjatuh dan mengalami kram, sehingga tidak mampu memaksimalkan peluang dan akhirnya kalah tipis 20-22 dari Toma Junior Popov.
Pada partai ganda putra, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang diharapkan menyumbang poin juga belum mampu tampil maksimal. Meski unggul rekor pertemuan, mereka gagal mengatasi tekanan pasangan Eloi Adam/Leo Rossi.
Satu-satunya poin Indonesia dalam laga melawan Prancis diraih oleh pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menang atas Popov bersaudara melalui pertarungan tiga gim.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PBSI. Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, terutama saat menghadapi tim dengan komposisi fleksibel.
PBSI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung yang telah berjuang. Ke depan, perbaikan menyeluruh akan dilakukan demi meraih hasil lebih baik di turnamen berikutnya.
Editor: Redaktur TVRINews
