
Foto: Kiper Timnas U-22 Indonesia Cahya Supriadi (Dok. TVRINews/Mukhamad Fakhtur Rozaq)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Cibinong
Kiper Timnas U-22 Indonesia Cahya Supriadi menilai kekalahan dari Mali menjadi pelajaran penting bagi tim jelang SEA Games 2025.
Meski harus memungut bola dari gawangnya sebanyak tiga kali, ia menegaskan proses perbaikan masih terus berjalan.
“Kami akan terus perbaiki lagi. Masih ada waktu untuk SEA Games,” kata Cahya, Senin, 17 November 2025.
Ditanya soal peluangnya menjadi kiper utama di turnamen nanti, Cahya memilih tetap percaya diri tanpa menutup ruang persaingan.
“Tentu saja harus optimis, cuma memang kita harus bersaing secara sehat. Pelatih juga mencari pemain-pemain yang terbaik,” ujar Cahya.
Dalam skuad U-22, Cahya bersaing dengan tiga penjaga gawang lain: Muhammad Ardiansyah, Daffa Fasya, dan Ikram Algiffari.
Timnas U-22 Indonesia saat ini melanjutkan pemusatan latihan di Stadion Madya, Jakarta. Pertemuan kedua melawan Mali pada 18 November akan menjadi ajang evaluasi lanjutan sebelum Garuda Muda bertolak ke Thailand untuk SEA Games 2025 pada awal Desember.
Editor: Redaktur TVRINews
