
PB POSSI Ungkap 2 Agenda Internasional dan SEA Games
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) menggelar pertemuan dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) untuk membahas sejumlah agenda strategis cabang olahraga selam ke depan.
Pertemuan yang dipimpin Sekretaris Jenderal PB POSSI Nur Kholis. Ia didampingi sejumlah pengurus, di antaranya Geraldine Sahetapy (Komisi Teknik Underwater Hockey), Livia Iriana (Komisi Pelatihan), Wakil Bendahara Umum Yudha Bhayangkara, Lettu Eriek Lesmana, serta perwakilan Komisi Humas dan Media.
Rombongan PB POSSI diterima oleh Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Wijaya Noeradi, bersama Wakil Sekretaris Jenderal Cresida Mariska.
Dalam pertemuan tersebut, PB POSSI memaparkan sejumlah agenda internasional yang akan digelar dalam waktu dekat.
"Dua di antaranya adalah CMAS Asia Cup Underwater Hockey yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, serta CMAS World Championship Photo and Video pada Oktober 2026," ucap Nur Kholis dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Selasa, 14 April 2026.
Selain itu, kedua pihak juga membahas langkah strategis untuk mendorong cabang olahraga selam, khususnya finswimming dan underwater hockey, agar dapat dipertandingkan dalam ajang multievent SEA Games mendatang di Malaysia.
Sebelumnya, finswimming tidak masuk dalam cabang yang diperlombakan pada SEA Games di Thailand.
Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Wijaya Noeradi menyampaikan apresiasi terhadap upaya PB POSSI yang terus aktif mengembangkan olahraga selam, termasuk melalui penyelenggaraan kejuaraan internasional.
"Komitmen NOC Indonesia untuk terus bersinergi dalam mendukung peningkatan prestasi atlet selam Indonesia di kancah global," ujar Noeradi.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Cresida Mariska mengungkapkan pihaknya dalam waktu dekat akan mensosialisasikan program Safe Guarding bagi atlet selam Indonesia.
Program ini bertujuan untuk memastikan perlindungan terhadap aspek fisik dan mental atlet di lingkungan olahraga.
"Melalui program tersebut, NOC Indonesia berupaya mencegah berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan dan pelecehan, sekaligus menciptakan ekosistem olahraga yang aman dan profesional," tutur Cresida.
Editor: Redaksi TVRINews
