TVRINews, Jakarta
Managing Director PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) PSSI Marsal Masita memastikan Timnas Indonesia akan menggunakan Stadion Pakansari, Bogor, untuk laga kandang fase grup Piala ASEAN (AFF) 2026.
Menurut Marsal, dua pertandingan kandang Indonesia di fase grup melawan Kamboja dan Vietnam sudah didaftarkan ke AFF akan digelar di Stadion Pakansari, sementara Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) disiapkan untuk babak semifinal dan final apabila Indonesia berhasil lolos.
“Betul, jadi dua pertandingan group stage yang kita daftarkan ke AFF itu main di Stadion Pakansari. Jadi insyaAllah kalau kita masuk semifinal, lawan Malaysia, dan final lawan siapa pun, kita akan main di GBK,” ujar Marsal, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan pemilihan Stadion Pakansari dilakukan berdasarkan perkiraan jumlah penonton pada fase grup.
“Karena ya kita lihat juga pertandingan-pertandingan di group stage kita kayaknya agak sulit kalau kita expect 60 ribu nonton. Jadi Pakansari rasanya punya kapasitas yang pas buat kita lakukan dua home group stage, yaitu lawan Vietnam dan Kamboja,” kata Marsal.
Marsal juga memastikan kondisi Stadion Pakansari aman meski sebelumnya sempat terdampak bencana alam. Menurutnya, tim PSSI sudah melakukan pengecekan langsung ke stadion tersebut.
“Aman-aman, tim sudah ke sana kemarin,” ucap Marsal.
Ia menambahkan masih tersedia waktu yang cukup untuk persiapan stadion sebelum turnamen dimulai pada akhir Juli 2026.
“Pertandingan kita setelah world cup jadi akhir Juli, jadi masih ada waktu. Jadi tidak ada masalah, kita pun sudah submit ke AFF, confirm, untuk kita main di Pakansari,” tutur Marsal.
Sebagai informasi, Timnas Indonesia akan memulai pemusatan latihan pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju Piala ASEAN 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang play-off antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman sebelumnya menyatakan skuad Garuda akan memprioritaskan pemain yang berkarier di Eropa untuk agenda FIFA Matchday Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik.
Sementara untuk Piala ASEAN 2026, fokus akan diberikan kepada pemain dari kompetisi domestik, termasuk Liga 1 atau Super League.
Menurut Herdman, regulasi FIFA dan jadwal kompetisi membuat klub-klub Eropa sulit melepas pemainnya untuk turnamen AFF yang berlangsung di luar kalender resmi FIFA.
Sebanyak 23 pemain yang dipanggil pada akhir Mei akan mengikuti assessment and development camp selama enam hari di Jakarta sebelum menjalani evaluasi menuju pemusatan latihan lanjutan pada Juli mendatang.










