TVRINews, Vietnam
Pengurus Pusat Institut Karate-Do Indonesia atau PP INKAI berkomitmen kuat untuk mendorong prestasi para atlet di tingkat internasional dengan memberikan penghargaan langsung kepada para juara serta merancang program pembinaan baru berupa Mobile Team Training. Langkah ini diambil usai Tim Indonesia, yang diperkuat oleh mayoritas atlet INKAI, sukses mengamankan posisi runner up dengan total perolehan 13 medali emas, 11 perak, dan 18 perunggu dalam kejuaraan karate tingkat Asia Tenggara yang berlangsung di Ninh Binh, Vietnam, dari tanggal 6 hingga 12 Juli 2026.
Dalam ajang tersebut, Tim INKAI secara keseluruhan memberikan kontribusi besar dengan torehan 7 medali emas, 6 perak, dan 6 perunggu, baik yang tergabung melalui PP INKAI (4 emas, 6 perak, 5 perunggu) maupun perwakilan FORKI Provinsi. Posisi puncak atau juara umum diraih oleh tim tuan rumah Vietnam yang mengoleksi 29 emas, 31 perak, dan 32 perunggu, sementara peringkat ketiga ditempati oleh Malaysia dengan perolehan 6 medali emas, 6 perak, dan 13 perunggu.
Turnamen internasional yang melibatkan sekitar 700 atlet, pelatih, serta official dari 11 negara ini menyajikan persaingan yang sangat ketat. Berdasarkan peta persaingan di lapangan, Indonesia sejatinya memiliki peluang besar untuk menambah pundi-pundi medali emas melihat banyaknya atlet merah putih yang menembus babak final, di mana rata-rata harus berhadapan langsung dengan atlet tuan rumah. Perkembangan signifikan diperlihatkan oleh tim karate Vietnam yang tampil dominan dengan menurunkan kekuatan penuh sebanyak 108 karateka.
Di sisi lain, faktor kepemimpinan perangkat pertandingan di lapangan juga menjadi sorotan tersendiri selama jalannya kompetisi. Faktor wasit dan juri dinilai turut memengaruhi hasil akhir pertandingan, terutama saat atlet Indonesia berhadapan dengan wakil tuan rumah.
"Hal ini perlu kiranya menjadi evaluasi ke depan khususnya bagi PB FORKI untuk perencanaan dan persiapan yang lebih matang," ucap Ketua Umum PP INKAI, Laksda TNI Dr. Ivan Yulivan dalam keterangannya, Rabu 15 Juli 2026.
Lebih lanjut, Ivan juga menyampaikan harapannya agar para karateka yang berhasil meraih juara dalam ajang ini dapat menjaga performa terbaik mereka untuk menghadapi Kejuaraan Dunia AKF di Yordania yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.
Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan prestasi yang ditorehkan di kancah internasional, seluruh karateka INKAI yang berhasil membawa pulang medali mendapatkan piagam penghargaan serta uang pembinaan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PP INKAI dengan didampingi Waketum Bidang Binpres Sensei Zulkarnain Purba beserta jajaran pengurus PP INKAI lainnya.
Menatap program kerja ke depan, PP INKAI berencana membentuk Mobile Team Training yang bertugas untuk berkeliling daerah guna meningkatkan kualitas dan keterampilan para pelatih lokal.
Selain itu, dalam waktu dekat tepatnya pada Senin, 20 Juli 2026, Tim PP INKAI akan kembali mengirimkan delegasi terbaiknya untuk berlaga di ajang 3rd Youth Championship di Beijing, China. Indonesia mengirimkan tiga atlet potensial, yakni Zigi Zaresta asal NTB yang sekaligus dipercaya menjadi pemberi materi KATA dalam agenda International Coaching Clinic bagi peserta global. Dua atlet lainnya adalah Naufal asal Jawa Barat yang akan turun di kelas KATA perorangan putra, serta Felix asal Jawa Tengah di kelas Kumite Junior Putra, dengan didampingi oleh seorang pelatih, Drivie, dari Karawang. Langkah berkesinambungan ini menjadi bukti komitmen dan keseriusan INKAI dalam membina, membangun, serta melakukan kaderisasi karateka tanah air menuju prestasi dunia.










