
Pelatih Taolu Tim Wushu Indonesia David Hendrawan
TVRINews, Tangerang
Tim Wushu Indonesia tampil perkasa dengan meraih 15 medali yang terdiri atas sembilan emas, dua perak, dan empat perunggu melalui dua emas dan dua perunggu yang bertambah, pada hari keempat, Jumat (9/12/2022) ini.
Kesembilan medali emas tersebut disambangkan oleh Rayner Reinaldy Ferdiansyah, Anasera Zahra Haryoso dan Kylie Suyoto Kwok dengan dua medali. Diikuti dengan Ivana Beatrice Liestio, Thalia Marvelina Tanzil, Josh Tiesto Tanto.
Semua medali emas Indonesia diraih pada nomor taolu. Sementara, dua perak juga disumbangkan oleh Ivana dan Josh, serta empat perunggu diperoleh Richard Dean Kurnia, Billie Karina The, Bradley Jason, dan Kiemas Sakti Negara dari nomor sanda.
Pelatih Taolu Tim Wushu Indonesia David Hendrawan mengakui ada treatment khusus terhadap penampilan anak asuhnya, Menurutnya, diluar dari skill, terdapat etika yang harus dijaga oleh para atlet.
"Pas latihan sering dikasih tahu, akan lebih bagus selain punya talenta skill, mereka juga humble, sopan santun kepada orang yang lebih tua, sesama atlet. Itulah kenapa sesama anak wushu kalo ketemu hormat, karena itu budaya saling menghormati," kata David, Jumat (9/12).
Selanjutnya, para atlet juga mendapatkan motivasi tersendiri sebelum dan sesudah berlaga di karpet pertandingan. Harus diakui, masih dalam keterangan David, setiap atlet memiliki karakternya masing-masing.
"Ada beberapa atlet yang disandingkan sebagai contoh 'kamu sudah latihan bertahun-tahun, di tempat latihan kamu sudah bagus. Kamu cukup tunjukkan bagaimana kamu di tempat latihan' itu bisa membangkitkan semangat mereka sebelum tanding," ujar David.
"Ada juga atlet lain disandingkan seperti ini 'kamu masa kalah sama ini, kamu bisa lebih bagus' kita harus dekat dulu sama mereka, kita harus karakternya seperti apa," ucap David menambahkan.
Baca Juga: Tambah Lagi, Indonesia Raup 13 Medali Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022
Menurutnya, ketika atlet akan memasuki karpet pertandingan menjadi momen yang sangat penting. Diluar apa yang sudah dilatih, pelatih tidak bisa memberikan hal lain ketika anak-anak yang sudah dibesut ini memasuki 'medan perang'.
"Baru saat mau masuk karpet pertandingan itu momen yang sangat penting, karena kita sudah tidak bisa menambahkan fisik, speed, power. Tinggal mental dia, biasanya ada kalo nervous badan jadi dingin otot jadi keras, itu biasanya ada faktor x yang diharapkan tidak terjadi. Kedekatan pelatih dan atlet itu sangat penting," tutur David.
Editor: Redaktur TVRINews
