
Roger Federer ungkap kekagumannya pada Lionel Messi dan siap dukung Timnas Swis di Piala Dunia 2026.
Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - Miami
Roger Federer memprediksi Lionel Messi tidak akan lagi berada di bawah tekanan yang sama seperti di Qatar 2022.
Dalam dunia olahraga, tidak banyak momen ketika dua legenda dari disiplin olahraga berbeda mengakui kehebatan masing‑masing secara terbuka. Namun, itulah yang dilakukan legenda tenis, Roger Federer, terhadap idolanya di lapangan hijau, Lionel Messi.
Federer, maestro tenis asal Swis yang kini telah pensiun, kembali menjadi sorotan bukan karena servis atau backhand-nya yang elegan, tetapi karena pernyataannya tentang Messi menjelang Piala Dunia 2026.
Meski kariernya di tenis telah usai, pria berusia 44 tahun ini tetap menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam olahraga global. Belum lama ini, dalam sebuah wawancara dengan ESPN, Federer berbicara tentang bagaimana dirinya memandang Messi. Ia pun tidak segan mengungkapkan betapa besar rasa kagumnya terhadap kapten Timnas Argentina itu.
“Saya hanya pernah bertemu dia sekali dan bertemu orang tuanya di Tigre ketika saya bermain melawan Juan Martin Del Potro (petenis Argentina)," ujar Federer, mengenang pertemuannya dengan Messi.
"Saya sebenarnya tidak terlalu mengenal Messi secara pribadi, tetapi apa yang dia lakukan di sepak bola benar‑benar luar biasa. Saya adalah penggemarnya,” ia menambahkan.
Federer secara jujur mengatakan sulit membandingkan dirinya yang berasal dari dunia tenis dengan Messi, yang telah membuat jejak tidak terhapuskan dalam pentas sepak bola dunia.
“Sulit untuk membandingkan kami berdua. Dia (Messi) telah melakukan hal‑hal hebat dalam sepak bola, dan saya adalah penggemar beratnya,” kata peraih 20 gelar Grand Slam itu.
Federer kemudian menyoroti dominasi Messi dalam permainan, dampaknya terhadap generasi pemain selanjutnya, dan bagaimana ia telah mengubah wajah sepak bola modern.
Hal yang menarik adalah cara Federer membahas Piala Dunia 2026. Ia memprediksi bahwa Messi tidak akan lagi berada di bawah tekanan yang sama seperti di Qatar 2022, karena sudah satu kali meraih gelar juara dunia.
“Saya senang dia sudah memenangkan satu Piala Dunia, jadi tekanan mungkin berbeda kali ini meskipun Piala Dunia selalu membawa tekanan besar,” Federer menuturkan.
Namun, walau memberi penghormatan tinggi kepada Messi, dukungan Federer tetap mengalir untuk Timnas Swis, negara asalnya, yang juga berhasil lolos ke Piala Dunia 2026. Federer menyatakan bahwa dirinya kemungkinan akan menghadiri turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada serta diikuti 48 negara tersebut. Bukan hanya sebagai penggemar Messi, melainkan juga sebagai pendukung Granit Xhaka dan kawan-kawan dari tribun.
“Swis juga lolos, jadi saya mungkin akan pergi (menonton Piala Dunia 2026). Saya berharap Messi mendapatkan akhir karier yang dia inginkan,” kata Federer.
Swis akan berada di Grup B Piala Dunia bersama Qatar, Kanada, dan lawan yang akan dikonfirmasi kemudian. Mereka memiliki peluang bagus untuk melaju ke babak selanjutnya. Apalagi, kali ini, tim asuhan pelatih Murat Yakin itu akan didukung oleh seorang legenda dari tribun penonton bernama Roger Federer.
Editor: Redaktur TVRINews
