
Kota New York di Amerika Serikat siap merilis undang-undang terkait hotel yang akan melindungi pelancong saat datang untuk menyaksikan Piala Dunia 2026. (Xinhua/Zhang Fengguo)
Penulis: Tri Cahyo Nugroho
TVRINews – New York, Amerika Serikat
Kota New York melarang hotel mengenakan "biaya tersembunyi yang tidak perlu" dan penangguhan kartu kredit yang tidak terduga kepada konsumen menjelang Piala Dunia 2026.
Sebagai upaya untuk mengedepankan transparansi harga, Kota New York, Amerika Serikat (AS), melarang hotel mengenakan biaya tersembunyi dan penahanan kartu kredit yang tidak terduga kepada pengunjung untuk menghemat uang konsumen.
Menjelang lonjakan pengunjung yang menuju Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York New Jersey musim panas ini, Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja (DCWP) mengeluarkan peraturan final yang melarang hotel mengenakan “biaya tersembunyi yang tidak perlu.”
Pada dasarnya, undang-undang baru ini melarang hotel membebankan biaya tersembunyi kepada konsumen yang sering disebut sebagai “biaya tujuan”, “biaya resor”, atau “biaya layanan perhotelan”. Berdasarkan undang-undang ini, ketika seseorang memesan kamar di hotel di New York City, harga yang diiklankan harus sesuai dengan harga yang dibayarkan.
Undang-undang baru ini juga mewajibkan hotel untuk mengungkapkan penangguhan dan deposit kartu kredit di muka. Dengan begitu, konsumen tidak perlu berurusan dengan penangguhan tak terduga pada kartu kredit mereka di kemudian hari.
Pada tengah pekan lalu, Wali Kota New York Zohran Mamdani bergabung dengan Komisioner DCWP Sam Levine untuk mengumumkan undang-undang baru tentang biaya tersembunyi dalam konferensi pers, yang akan berlaku mulai 21 Februari 2026.
“Berdasarkan peraturan ini, jika Anda check-out dan tiba-tiba ada biaya yang tidak Anda lihat sebelumnya, itu ilegal,” kata Levine dalam konferensi pers.
“Jika Anda memesan hotel seharga 200 dolar AS, Anda harus membayar 200 dolar AS,” tulis Mamdani di X (dahulu Twitter).
“Hari ini, kami menghentikan biaya tambahan hotel dan penangguhan kartu kredit yang mengejutkan. Jadi, harga yang Anda lihat adalah harga yang Anda bayar.”
Hal ini terjadi seiring pemerintahan Mamdani melanjutkan era akuntabilitasnya, menindak aplikasi pengiriman dengan Undang-Undang Pekerja Pengiriman yang baru yang mulai berlaku pada hari Senin (26/1/2026) lalu.
DCWP merilis sebuah laporan yang menemukan bahwa pekerja pengiriman DoorDash dan Uber kehilangan lebih dari 550 juta dolar Amerika dalam bentuk tip karena "trik desain" aplikasi pengiriman.
Seberapa Besar Uang yang Bisa Diselamatkan dari Aturan Baru Kota New York
Undang-Undang baru ini hadir pada waktu yang krusial karena para pelancong sudah mulai memesan hotel di Kota New York untuk menyaksikan Piala Dunia FIFA. Sebuah analisis menemukan bahwa turnamen sepak bola global ini akan membawa lebih dari 1,2 juta pengunjung ke wilayah New York-New Jersey.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung di 16 kota di tiga negara, yakni Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. Pertandingan terbanyak akan digelar di AS, 11 kota, termasuk New York-New Jersey dengan satu stadion yang dipakai, yakni MetLife Stadium (New York/New Jersey Stadium).
Analisis dari The Athletic mengungkapkan bahwa hotel-hotel di seluruh negeri telah menaikkan harga kamar hingga ratusan dolar per malam untuk Piala Dunia 2026, dengan peningkatan rata-rata lebih dari 300 persen di sekitar pertandingan pembukaan.
Undang-Undang baru Kota New York ini bertujuan untuk melindungi konsumen yang mengunjungi kota dan warga New York yang bepergian ke tempat lain di negara ini dengan membantu mereka menghemat uang melalui transparansi harga hotel. Menurut siaran pers resmi Kota New York, larangan biaya tersembunyi hotel akan menghemat lebih dari 46 juta doalr AS bagi konsumen pada 2026.
“Baik Anda mengunjungi lima wilayah kota untuk Piala Dunia atau meninggalkan kota kami untuk liburan yang layak, Anda berhak mengetahui berapa biaya hotel di muka,” kata Mamdani dalam sebuah pernyataan.
“Aturan baru ini akan memastikan bahwa warga New York dan pengunjung tidak terjebak membayar biaya hotel tersembunyi, dan sebaliknya akan menghemat jutaan dolar setiap tahunnya.”
Editor: Tri Cahyo Nugroho
