Penulis: Fityan
TVRINews – Munich,Jerman
Laga dramatis berakhir 2-2, Diogo Costa jadi pahlawan, Morata satu-satunya penendang yang gagal
Cristiano Ronaldo kembali menorehkan sejarah. Pemain legendaris Portugal itu mengangkat trofi Nations League setelah negaranya menundukkan Spanyol lewat adu penalti 5-3 di final yang berlangsung penuh drama, Minggu (8/6) malam waktu setempat di Allianz Arena, Munich.
Laga berakhir imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu, sebelum akhirnya ditentukan lewat adu tos-tosan. Kiper Portugal, Diogo Costa, tampil gemilang dengan menepis tendangan penalti keempat Spanyol yang dieksekusi Álvaro Morata — satu-satunya pemain yang gagal dalam adu penalti tersebut. Rúben Neves menjadi penentu kemenangan setelah mencetak penalti kelima untuk Portugal.
Sorak sorai pecah saat “We Are The Champions” menggema di stadion, menandai keberhasilan Portugal menaklukkan rival beratnya. Ronaldo, yang mencetak gol penyeimbang di menit ke-61 gol ke-138-nya bersama timnas menjadi salah satu aktor utama di pertandingan ini, meski harus ditarik keluar pada menit ke-88 karena kelelahan.
Sebelumnya, Spanyol unggul dua kali lewat Martin Zubimendi (menit 21) dan Mikel Oyarzabal (menit 45), namun Portugal mampu menyamakan kedudukan melalui Nuno Mendes (menit 26) dan Ronaldo.
Mendes, yang tampil luar biasa sepanjang laga, bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik. Bek kiri berusia 22 tahun itu bukan hanya mencetak gol, tetapi juga menyumbang assist dan menjaga pergerakan pemain muda Spanyol, Lamine Yamal.
“Ini menyakitkan, tapi kami tetap bangga,” ucap Oyarzabal seusai laga. “Kami kelelahan dan kehilangan momentum di babak kedua. Tapi kami akan terus berjuang.”
Sementara itu, di perebutan tempat ketiga, Kylian Mbappé mencetak gol ke-50-nya untuk Prancis dan memberikan satu assist saat Les Bleus mengalahkan Jerman 2-0 di Stuttgart. Pelatih Prancis Didier Deschamps mengakui laga itu tak memberi banyak arti, namun tetap puas dengan respons anak asuhnya.
Kemenangan ini juga menambah daftar pencapaian para pemain Portugal yang memperkuat Paris Saint-Germain seperti Mendes, Gonçalo Ramos, João Neves, dan Vitinha. Mereka baru saja menjuarai Liga Champions di stadion yang sama sepekan sebelumnya.
Final ini menjadi bukti bahwa Portugal dan Spanyol punya kedalaman skuat yang bisa membawa mereka jauh di Piala Dunia mendatang. Ronaldo mungkin akan tiba di usia 41, Yamal masih 18. Tapi keduanya tak perlu memikul beban seorang diri—tim mereka telah membuktikan, malam itu bukan sekadar duel dua nama besar, tapi pertunjukan kolektif sepak bola kelas dunia.
Editor : TVRINews
Editor: Redaktur TVRINews
