
Para pemain Jerman berupaya menyentuh trofi setelah memenangkan laga final Piala Dunia melawan Argentina di Rio de Janeiro, Brasil, pada tahun 2014. [Foto : AP Sport/Matthias Schrader]
Penulis: Fityan
TVRINews - Berlin
Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) resmi menolak usulan boikot turnamen sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Donald Trump.
Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) secara resmi menutup peluang untuk memboikot Piala Dunia 2026, menyusul spekulasi internal mengenai aksi protes terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu 31 Januari 2026 malam waktu setempat, badan sepak bola tertinggi di Jerman tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap berpartisipasi dalam turnamen yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
"Kami percaya pada kekuatan olahraga yang menyatukan dan dampak global yang dapat dihasilkan oleh Piala Dunia FIFA," tulis pernyataan resmi DFB.
"Tujuan kami adalah memperkuat kekuatan positif ini, bukan menghambatnya."
*Perdebatan Internal*
Keputusan ini muncul setelah adanya diskusi di tingkat komite eksekutif DFB. Pekan lalu,
Wakil Presiden DFB, Oke Gottlich, sempat mengusulkan agar Jerman mempertimbangkan boikot secara serius.
Gottlich, yang juga menjabat sebagai Presiden klub Bundesliga St. Pauli, menyoroti tindakan dan retorika politik Trump baru-baru ini sebagai alasan mendasar.
Namun, sikap DFB saat ini tampak sebagai teguran halus terhadap keterbukaan Gottlich dalam menyuarakan isu tersebut.
Pihak federasi menyatakan bahwa "debat mengenai kebijakan olahraga seharusnya dilakukan secara internal dan tidak menjadi konsumsi publik."
*Fokus pada Diplomasi Olahraga*
DFB menekankan bahwa boikot bukanlah opsi yang masuk akal saat ini.
Sebaliknya, pihak federasi terus menjalin komunikasi intensif dengan perwakilan politik, keamanan, dan pelaku bisnis untuk mempersiapkan turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 tersebut.
"Kami ingin berkompetisi secara adil melawan tim-tim kualifikasi lainnya musim panas mendatang," tambah DFB.
"Kami ingin penggemar di seluruh dunia merayakan festival sepak bola yang damai di stadion, seperti yang kita alami pada Euro 2024 di negara kami sendiri."
*Konteks Ketegangan Politik*
Isu boikot ini mencuat di tengah ketegangan diplomatik antara AS dan Eropa.
Kebijakan perdagangan Trump, termasuk ancaman tarif dan isu-isu geopolitik lainnya, telah memicu kekhawatiran di berbagai ibu kota negara Eropa.
Selain isu politik, tantangan logistik seperti lonjakan harga tiket dan kebijakan larangan perjalanan (travel ban) yang diberlakukan pemerintah AS juga menjadi perhatian bagi para pendukung tim nasional dari berbagai belahan dunia.
Meski demikian, dari sisi teknis olahraga, posisi Jerman sudah bulat: Die Mannschaft akan tetap terbang ke Amerika Utara.
Editor: Redaktur TVRINews
