
Foto: Anthony Sinisuka Ginting (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fakhtur Rozaq)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Tunggal Putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting terpaksa mengakhiri langkahnya di Indonesia Masters setelah memutuskan mundur dari babak kedua akibat cedera pinggang.
Keputusan tersebut diambil secara last minute usai pemanasan, setelah kondisinya dinilai tidak memungkinkan untuk bertanding.
Pelatih Tunggal Putra PBSI Indra Wijaya menjelaskan kondisi Ginting sebenarnya masih terlihat aman seusai pertandingan sebelumnya yang berakhir hampir pukul 23.00 WIB. Namun, keluhan mulai muncul beberapa jam kemudian.
“Sebetulnya dari semalam selesai main itu aman. Tapi setelah pulang ke hotel, update sampai jam 1 malam dia merasa ada kurang enak di bagian pinggang,” ujar Indra kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Kamis, 22 Januari 2026.
Tim pelatih dan medis langsung berupaya melakukan pemulihan dengan bantuan fisioterapis PBSI. Ginting bahkan masih menjalani terapi hingga pagi hari sebelum pertandingan.
“Kita sudah usahakan yang terbaik untuk recovery. Sampai pagi tadi pun masih diterapi. Tapi selesai pemanasan, rasanya enggak memungkinkan untuk main,” kata Indra.
Menurutnya, keputusan menarik Ginting dari pertandingan diambil demi menghindari risiko yang lebih besar. Ia menegaskan cedera kali ini bukan kambuhan.
“Ini cedera baru, bukan yang bahu. Bahunya sudah bagus sampai sekarang. Yang ini di luar dugaan,” ucap Indra.
Indra juga menepis anggapan cedera ini berkaitan dengan riwayat cedera pinggang sebelumnya. Ia menilai kondisi kali ini berbeda dan muncul secara tiba-tiba.
“Bukan cedera kambuhan. Ini situasi yang memang di luar prediksi kita semua,” tutur Indra.
Ginting sejatinya masih ingin bertanding melawan wakil Singapura Jason Teh. Tim pelatih bahkan menunggu hingga sesi pemanasan untuk melihat apakah rasa tidak nyaman berkurang.
“Kita tahan sampai last minute. Biasanya setelah pemanasan bisa agak berkurang, tapi ternyata enggak. Makanya kita putuskan mundur,” kata Indra.
Secara spesifik, Indra menyebut keterbatasan gerak menjadi faktor utama keputusan tersebut.
“Pinggangnya enggak bisa muter. Jalan atau lari masih oke, tapi kalau sudah melintir, itu enggak memungkinkan di lapangan,” ujar Indra.
Terkait tingkat keparahan cedera, Indra mengatakan belum ada observasi medis lanjutan. Fokus saat ini adalah pemulihan awal sebelum menentukan langkah berikutnya, termasuk rencana tampil di turnamen Thailand pekan depan.
“Kita lihat recovery dua-tiga hari ini. Belum bisa dipastikan,” ucap Indra.
Meski menerima keputusan tersebut, Indra mengakui Ginting merasa sangat menyayangkan situasi ini, mengingat performanya dinilai sedang cukup baik.
“Tidak bisa dipungkiri ada rasa sedih. Dilihat dari performa di sini, menurut saya bagus. Tapi keadaannya memang enggak bisa ditolak,” tutur Indra.
Keputusan mundur pun diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pelatih dan pemain.
“Pendapatnya sama. Kalau pemanasan enggak berkurang, ya enggak guna juga masuk ke lapangan,” kata Indra.
Editor: Redaktur TVRINews
