
Gelandang Jerman, Toni Kroos (kiri) usai mencetak Gol kedua dan melumpuhkan tuan rumah Brasil pada Piala Dunia 2014.(Foto: FIFA)
Penulis: Fityan
TVRINews – Berlin
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: Mengenang Brace Tercepat dalam Sejarah Semifinal
Dalam rangka menyambut 69 hari tepatnya Jumat 3 April menjelang pembukaan Piala Dunia 2026, FIFA merilis kembali catatan statistik fenomenal yang pernah tercipta di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Salah satu memori paling ikonik adalah efisiensi luar biasa gelandang Jerman, Toni Kroos, saat melumpuhkan tuan rumah Brasil pada edisi 2014.
Hanya dibutuhkan waktu 69 detik bagi pemain berjuluk The Waiter tersebut untuk mencatatkan namanya dua kali di papan skor. Catatan ini resmi menjadi dwigol (brace) tercepat sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kronologi Kilat di Belo Horizonte
Momen ajaib tersebut terjadi di Estadio Mineirao. Gol kedua Kroos tercipta hanya berselang 20 detik setelah Brasil melakukan kick-off pasca gol pertamanya.
Kroos dengan cerdik merebut bola dari Fernandinho, melakukan kerja sama satu-dua dengan Sami Khedira, sebelum akhirnya menceploskan bola ke gawang yang dikawal Julio Cesar.
Kejadian ini menjadi bagian dari kemenangan telak 7-1 Jerman atas Brasil, yang hingga kini tetap menjadi margin kemenangan terbesar dalam sejarah babak semifinal Piala Dunia.
Hasil tersebut tidak hanya menghancurkan mimpi publik tuan rumah, tetapi juga menghentikan rekor 62 laga tak terkalahkan Brasil di kandang sendiri pada kompetisi resmi.
Respek dari Publik Brasil
Menariknya, meski menjadi aktor utama di balik duka mendalam Selecao, Kroos justru mendapatkan tempat di hati para pendukung Brasil. Kepribadiannya yang hangat dan akurasi umpannya yang mewah membuat ia mendapatkan rasa hormat yang tinggi.
"Masyarakat Brasil menjulukinya 'Garçom' atau 'Sang Pelayan'. Nama ini disematkan karena kemampuannya menyajikan umpan-umpan matang yang memanjakan barisan penyerang, layaknya hidangan pembuka di sebuah restoran berkelas," tulis FIFA dalam ulasan statistiknya.
Kemenangan bersejarah ini juga menyamai kekalahan terburuk Brasil sepanjang masa, yakni saat takluk 0-6 dari Uruguay pada tahun 1920 silam.
Melalui kilas balik ini, FIFA mengajak dunia untuk kembali bersiap menyambut drama dan sejarah baru yang akan tercipta 69 hari mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews
