Penulis: Fityan
TVRINews – Amerika Serikat
Haiti dan Curacao Ukir Sejarah Lolos Kualifikasi FIFA
Babak kualifikasi Piala Dunia FIFA semakin mendekat ke batas akhir penentuan, dan jeda internasional pada November telah menyajikan drama yang melimpah, di mana beberapa tim nasional sukses memastikan tempat mereka di putaran final 2026, mempertahankan impian mereka melalui playoff, atau harus melihat ambisi mereka kandas.
Perjalanan menuju turnamen di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat tahun depan penuh dengan kejutan.
Minggu kualifikasi ini melahirkan kisah-kisah luar biasa, mulai dari negara-negara kecil yang mencapai putaran final untuk pertama kalinya, gol penentu di menit akhir, hingga tersingkirnya beberapa nama besar di kancah sepak bola dunia.
Haiti dan Curacao, Dua Kisah Lolos yang Mengharukan
Salah satu cerita paling mengharukan datang dari Haiti. Meskipun berada di peringkat 88 dunia oleh FIFA, Haiti berhasil mematahkan keraguan dan lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya, setelah absen selama 50 tahun, dengan mengalahkan Nikaragua 2-0.
Kemenangan itu memastikan penampilan Le Rouge et Bleu di Piala Dunia sejak Jerman Barat 1974. Prestasi ini semakin luar biasa mengingat tim ini terpaksa bermain di tempat netral, di pulau Curaçao, sekitar 500 mil jauhnya, karena konflik yang sedang berlangsung di negara Karibia tersebut.
Pelatih Haiti, Sebastien Migne, yang telah ditunjuk 18 bulan lalu, bahkan belum pernah menginjakkan kaki di negara asalnya. Namun, ia akan memimpin mereka di putaran final tahun depan.
“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi seluruh bangsa,” kata seorang juru bicara Federasi Sepak Bola Haiti, yang dikutip dari laporan pers, mengenai keberhasilan ini. “Meskipun berada dalam kesulitan, tim telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa.” Seperti di kutip oleh ESPN Soccer.
Kegembiraan juga dirasakan oleh tuan rumah sementara mereka. Curaçao sendiri mengukir prestasi lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Jamaika 0-0. Hasil imbang heroik di Kingston ini membuat Curaçao menempati posisi teratas di Grup B Concacaf, mengungguli Reggae Boyz.
Negara kepulauan kecil ini, dengan populasi sekitar 156.000 jiwa, kini menjadi negara terkecil yang pernah lolos ke turnamen akbar ini, memecahkan rekor Islandia (350.000 jiwa).
Skotlandia dan Irlandia Lolos Dramatis
Di Eropa, Skotlandia merayakan salah satu malam paling bersejarah dalam sepak bola mereka. Tim asuhan Steve Clarke mengalahkan Denmark 4-2 dalam laga yang mendebarkan, memastikan mereka kembali ke putaran final Piala Dunia sejak 1998. Gol salto spektakuler Scott McTominay membuka keunggulan, diikuti gol kemenangan dari Kenny McLean di masa injury time.
Sementara itu, Republik Irlandia mengalami perubahan nasib yang dramatis hanya dalam 72 jam. Setelah terancam gagal total, lima gol dari striker Troy Parrott dalam dua pertandingan vital melawan Portugal dan Hungaria mengangkat mereka menuju jalur playoff.
Kemenangan comeback 3-2 atas Hungaria di Budapest, yang diakhiri gol penentu Parrott pada menit ke-96, menjadi momen keajaiban.
Kejutan di Afrika dan Asia
Di Afrika, DR Kongo memicu ledakan perayaan setelah menyingkirkan Nigeria melalui adu penalti yang menegangkan di final playoff CAF. Pertandingan berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu, dan kiper spesialis Timothy Fayulu yang dimasukkan berhasil menggagalkan tendangan Semi Ajayi, membuka jalan bagi kapten Chancel Mbemba untuk mencetak gol kemenangan.
Jika mereka berhasil melalui playoff antarbenua, ini akan menjadi penampilan pertama mereka sejak 1974 (saat masih bernama Zaire).
Di zona Asia, Irak mempertahankan harapan mereka dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Uni Emirat Arab di Basra, dengan Amir Al-Ammari mencetak gol penalti pada menit ke-107 di perpanjangan waktu.
Hasil ini mengamankan tempat mereka di playoff antarbenua untuk meraih kesempatan lolos ke Piala Dunia pertama sejak Meksiko 1986.
Curaçao akan bergabung dengan Cape Verde, Yordania, dan Uzbekistan sebagai debutan baru di Piala Dunia 2026. Qatar juga menikmati kampanye kualifikasi pertama mereka setelah otomatis tampil di tahun 2022 sebagai tuan rumah.
Editor: Redaksi TVRINews
