
Perpisahan Pahit Rafael Nadal: Keajaiban Lama Hilang di Laga Terakhir
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Keajaiban Lama Hilang Saat Mantan Petenis Nomor Satu Dunia Asal Spanyol – Rafael Nadal, Mengucapkan Selamat Tinggal di Laga Terakhir Jelang Pensiun, dengan Kekalahan di Piala Davis
Air Mata Petenis Berjuluk “Raja Tanah Liat” Itu Mengalir Saat Para Penggemar Memberi Hormat Kepadanya
Rafael Nadal Tidak Dapat Lagi Menghadirkan Keajaiban Lama Ketika Juara Grand Slam 22 Kali Itu Kalah di Nomor Tunggal Piala Davis Untuk Pertama Kalinya dalam 20 Tahun, Saat Ia Ditundukkan Petenis Belanda - Botic Van De Zandschulp Pada Pertandingan Terakhir dalam Karirnya di Malaga, Spanyol, pada Selasa Malam Waktu Setempat.
Pada Malam yang Penuh Emosi, Pemain Berusia 38 Tahun Itu Memainkan Laga Pembukaan Babak Perempat Final, Namun, Kalah 4-6 dan 4-6, Meski Mendapat Dukungan Meriah dari Para Penggemarnya.
Air Mata Petenis Berjuluk “Raja Tanah Liat” Itu Mengalir Saat Para Penggemar Memberi Hormat Kepadanya Setelah Kekalahan di Piala Davis. Nadal Mengucapkan Selamat Tinggal pada Tenis Saat Para Penggemarnya Memberi Hormat Kepada Pahlawan Mereka yang Pensiun dalam Upacara yang Pahit Manis dan Emosional di Arena Malaga yang Tiketnya Terjual Habis.
Sambil Menahan Air Mata Saat Mencoba Menenangkan Diri, Nadal Memberikan Pidato Hampir 15 Menit pada Rabu Dini Hari.
Kekalahan di Kandang Mengakhiri Rekor Kemenangan Beruntun 29 Pertandingan Tunggal Nadal di Piala Davis dan Menutup Karier Gemilangnya.
Kepada Penonton di Malaga, Nadal Mengatakan Ia Mencoba Menjadi Orang Baik, dan Berharap Para Penggemar Dapat Merasakannya.
Penampilan Gemilang Belanda di Piala Davis Merusak Perpisahan Rafa Nadal yang Seperti Dongeng.
Kaki dan Pikiran Pemain Berusia 38 Tahun Itu Tetap Bersemangat, Namun, Keajaiban Sebagai Jawara Tenis Hebat Telah Hilang.
Rafael Nadal Harus Menutup Pertandingan Kompetitif Terakhirnya dengan Kekalahan.
Editor: Rina Hapsari
