
Gelandang Timnas Jerman Florian Wirtz (kiri) berduel dengan Bruno Fernandes dari Portugal dalam laga semifinal UEFA Nations League A di Munich, Jerman, 4 Juni 2025. (Philippe Ruiz/Xinhua)
Penulis: Tri Cahyo Nugroho
TVRINews – Manchester, Inggris
Bruno Fernandes makin menggila bersama Manchester United dan itu bakal memberikan imbas buat Portugal untuk menjalani Piala Dunia 2026.
Julukan yang diberikan penggemar Manchester United untuk gelandang serang Bruno Fernandes memang sangat pas, Magnificent (luar biasa dalam Bahasa Indonesia).
Panggilan itu terasa tidak berlebihan jika mengingat kontribusi luar biasa yang diberikan Fernandes untuk Man United dalam beberapa pertandingan terakhir. Terlebih, gelandang internasional Portugal itu sudah memberikan begitu banyak untuk Setan Merah sejak didatangkan pada akhir Januari 2020 silam.
Pujian itu tidak datang begitu saja namun juga didukung data impresif yang dibukukan mantan gelandang Sporting CP tersebut. Lesakan ke gawang Tottenham Hotspur saat Man United menang 2-0 dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu (7/2/2026) lalu, menjadi gol ke-104 yang dibuat Fernandes untuk klubnya di semua kompetisi (rata-rata 0,33 gol/laga).
Angka itu tentu saja luar biasa untuk pemain bukan striker. Fernandes memang sering kali berada di posisi yang menguntungkan untuk mencetak gol. Namun, ia mampu melakukan itu berkat kecerdikannya.
Menjalani musim keenamnya bersama klub yang bermarkas di Old Trafford itu, jika digabung dengan jumlah assist-nya, Fernandes sudah terlibat langsung untuk 200 gol (104 gol, 96 assist) dalam 314 pertandingan Man United di semua kompetisi.
Bagi Setan Merah, sejak era Liga Primer (dimulai 1992), hanya satu pemain yang lebih cepat daripada Fernandes dalam meraih statistik tersebut, yakni Wayne Rooney. Rooney hanya membutuhkan 295 pertandingan bersama Man United untuk terlibat langsung dalam 200 gol (133 gol, 67 assist).
Di bawah Bruno Fernandes ada sejumlah nama tenar yang pernah di Man United, terkait jumlah laga yang diperlukan untuk menembus angka 200 dalam keterlibatan gol. Mereka di antaranya Cristiano Ronaldo (339 laga untuk 144 gol, 56 assist), David Beckham (393 laga untuk 85 gol, 115 assist), Ryan Giggs (424 laga untuk 90 gol, 111 assist), dan Paul Scholes (564 laga untuk 138 gol, 62 assist).
Di sisi lain, rasanya mustahil untuk tidak memperhatikan kemampuan Bruno Fernandes untuk mempertahankan rekor yang luar biasa dalam tim yang selama ini ditandai dengan inkonsistensi performa.
Lihat saja statistik impresif Bruno Fernandes ini, dalam 12 pertandingan terakhir Man United, gelandang berusia 31 tahun itu hanya gagal mencetak gol atau membuat assist dalam dua pertandingan.
Michael Carrick, yang saat ini menjadi pelatih sementara Man United dan baru mengambil alih kendali empat pertandingan lalu, tampaknya menjadi orang yang tepat untuk membangkitkan kembali raksasa yang tertidur.
Lebih lanjut, sebelum duel hari Sabtu melawan Spurs, Opta menyoroti statistik lain yang menggambarkan pentingnya peran Bruno Fernandes bagi strategi Setan Merah, yakni ia telah memberikan 12 assist dalam 14 pertandingan terakhir Liga Primer.
Dalam sampel pertandingan yang serupa, hanya dua pemain yang memiliki catatan lebih baik dalam seluruh sejarah Liga Primer: Mesut Ozil dan Thierry Henry, keduanya melakukan itu saat bermain untuk Arsenal FC. Keduanya juga menjadi legenda dalam bidangnya masing-masing.
Sebagai salah satu pemain dengan performa impresif, memang agak aneh jika selama enam setengah tahun memperkuat Man United, Bruno Fernandes hanya mampu memenangi masing-masing satu Piala FA (2024) dan Piala Liga (2023).
Tentu saja perbedaan mencolok antara statistik individu dengan gelar kolektif ini membuat Bruno Fernandes menjadi salah satu pemain disalahkan meskipun ia juga menderita akibat ketidakmampuan klub untuk mencapai puncak dalam beberapa tahun terakhir.
Pelatih Portugal Harus Bisa Maksimalkan Bruno Fernandes di Piala Dunia 2026
Di tengah angka-angka yang hampir mencapai stratosfer dan penampilan yang memukau, Roberto Martínez adalah orang yang seharusnya paling gembira. Pelatih Timnas Portugal itu tidak pernah ragu untuk memuji pentingnya Bruno Fernandes bagi aspirasi skuad asuhannya.
Dilihat dari performanya saat ini, diharapkan maestro kelahiran Maia, 8 September 1994 itu akan muncul sebagai figur utama Portugal di Piala Dunia 2026 nanti, satu turnamen yang sangat ingin dimenangi oleh Selecao das Quinas.
Menariknya, performa Bruno Fernandes di level klub ternyata serupa dengan di Timnas Portugal. Sejak Martinez—pelatih asal Spanyol—mengambil alih kendali, Bruno Fernandes telah membuktikan dirinya sebagai salah satu figur terpenting dalam skuad Portugal: 15 gol dan 12 assist dalam 32 pertandingan.
Terakhir pada pertengahan November 2025 lalu. Bruno Fernandes mencetak tiga gol dan satu assist saat menggilas Armenia dengan skor 9-1 yang mengamankan tempat Portugal di Piala Dunia 2026.
Sebagai catatan, pada pertandingan di kandang Portugal, Stadion Dragao, itu, mereka tidak diperkuat sang megabintang, Cristiano Ronaldo. Alhasil, Bruno Fernandes yang menjadi kapten Portugal dan kemenangan impresif tersebut pantas diperolehnya.
Secara teori, Portugal akan memasuki kompetisi terpenting di planet ini dengan salah satu skuad terbaik di antara 48 tim peserta, dan yang akan memimpin adalah Bruno Fernandes.
Sang gelandang tidak sendirian karena Portugal masih memiliki sederet pemain hebat seperti Vitinha, Joao Neves, Nuno Mendes, Bernardo Silva, Ruben Dias, Joao Cancelo, dan tentu saja Ronaldo.
Tetapi, Bruno Fernandes – yang di level timnas baru mengoleksi dua trofi UEFA Nations League (2019, 2025) – telah memantapkan dirinya. Pada titik dan momen ini, ia menjadi pemimpin spiritual sejati di Portugal. Melihat semua angka, baik di Timnas Portugal maupun Man United, mustahil untuk tidak memimpikan gelar Piala Dunia bagi Portugal.
Editor: Tri Cahyo Nugroho
